#LAMPUNG

Gempa di Lampung Akibat Pergerakan Lempeng Bumi

Gempa di Lampung Akibat Pergerakan Lempeng Bumi
Ilustrasi gempa bumi. Dok. Antaranews.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kotabumi mengatakan, empat gempa bumi yang terjadi pada awal Desember 2022 di wilayah Lampung akibat pergerakan lempeng bumi. Pergerakan lempeng bumi biasanya mengakibatkan oleh gempa yang berpusat di laut.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," kata staff operasional BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi, Agung, Rabu, 07 Desember 2022.

Agung mengatakan untuk gempa yang terjadi di darat Tanggamus dan Pesisir Barat Lampung, diakibatkan adanya pergerakan pada patahan atau sesar Sumatera, yakni pada segmen Komering dan segmen Semangko.

"Sesar Sumatera adalah patahan yang memotong Pulau Sumatera dari ujung barat di Aceh, hingga Lampung. Sesar ini membentang di sepanjang sisi barat Pulau Sumatera. Salah satu sesar minor yang sangat aktif adalah Sesar Tarahan yang panjangnya berada di Provinsi Lampung," kata dia.

Sesar Sumatera, lanjut Agung merupakan sesar yang sangat aktif dan menimbulkan bahaya seismik karena sesar ini melewati kawasan yang padat penduduk. Sesar Semangko di bawah pegunungan Bukit Barisan memiliki arah geser kanan, sehingga termasuk sesar jenis strike-slip atau sesar geser.

"Oleh karena itu, penduduk Lampung harus mengantisipasi gempa bumi akibat sesar ini. Harus ada kolaborasi antara pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan mitigasi bencana kegempaan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah  rawan gempa," kata Agung.

Sementara, dilansir dari website resmi Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), sesar Sumatera bergerak dengan kecepatan relatif, yakni 6 sampai 7 sentimeter per tahun.

Pergerakannya terpusat di Selat Sunda yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Zona ini merupakan zona transisi perubahan arah dan kecepatan subduksi Lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait