BMKGgelombanghujancuacaselatsunda

Gelombang Tinggi Ancam Selat Sunda

Gelombang Tinggi Ancam Selat Sunda
Meski gelombang tinggi berpeluang terjadi diperairan selat sunda hingga dua hari kedepan, aktivitas kapal feri lintas Bakauheni- Merak masih lancar, Jumat, 20 November 2020. Aan Kridolaksono.


KALIANDA (Lampost.co) -- Gelombang tinggi masih akan terjadi di Perairan Selat Sunda bagian barat dan selatan pada Jumat-Sabtu, 20-21 November 2020. Sementara gelombang di perairan selat sunda bagian utara yang merupakan jalur penyeberangan Bakauheni-Merak relatif aman untuk aktivitas kapal feri.

"Gelombang di selat sunda bagian utara rendah kisaran 0.50 - 1.25 meter dengan kecepatan angin 1-10 knot, sehingga aman untuk lalu lintas kapal feri," kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial kepada lampost.co, Jumat, 20 November 2020.

Menurut Iwan, tinggi gelombang di perairan selat sunda bagian barat dan selatan bisa mencapai 2,.50 - 4.0 meter dengan kecepatan angin 4 - 22 Knot. Untuk itu, masyarakat untuk waspada karena potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

"Masyarakat harus selalu waspada, karena kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter beresiko tinggi bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu," ujar Iwan.

Sedangkan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter berbahaya untuk kapal tongkang.  Sementara kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter berbahaya untuk kapal feri dan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter beresiko untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

"Untuk itu kami harap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait