#BMKG#CUACA#BERITALAMPUNG#HUJAN

Gelombang Rossby Sebabkan Hujan Turun Saat Kemarau

Gelombang Rossby Sebabkan Hujan Turun Saat Kemarau
Kota Bandar Lampung usai diguyur hujan. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Lampung Raden Eko mengatakan ada sejumlah hal yang menyebabkan turunnya hujan di musim kemarau. Meski dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh BMKG Stasiun Maritim Panjang, sebagian wilayah Lampung sudah masuk kemarau sejak 3 April 2021, namun hingga kini beberapa wilayah masih diguyur hujan.

"Adanya peningkatan curah hujan di pekan ini dipicu oleh berasosiasinya beberapa fenomena dinamika atmosfer laut yang cukup signifikan yang memicu peningkatan curah hujan di wilayah Lampung,” kata dia di ruang kerja, Rabu, 30 Juni 2021. 

Eko juga menyebutkan, ada pengaruh lainnya yang dapat menyebabkan hujan di musim kemarau. Hal tersebut adalah menghangatnya suhu muka laut lokal di selatan Jawa dan Nusa Tenggara yang berimbas pada peningkatan uap air di atmosfer.

"Lalu siklus gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah dan gelombang ekuatorial rossby menunjukkan adanya aliran massa udara pemicu hujan di wilayah ini," ujarnya.

Baca juga : BMKG: Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi di Lampung

Eko mengatakan anomali masih akan terjadi hingga pertengahan Juli 2021. Selanjutnya, BMKG akan memberikan informasi terbaru setiap perubahan iklim yang terjadi di Lampung melalui media sosial resmi lembaga.

"Seiring meluruhnya MJO dan Gelombang Rossby diprakirakan tengah Juli 2021 akan kembali kering. Informasi ini akan kami update jika anomali musim kemarau akan berpotensi terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang," ujarnya.

Baca juga : Cuaca Buruk Ancam 10 Wilayah di Lampung

 

Sedangkan untuk pantauan gelombang, Eko mengatakan hampir di seluruh wilayah perairan Lampung saat ini terjadi gelombang dengan ketinggian tenang. Pengecualian terjadi di wilayah Krui Pesisir Barat dengan status tinggi.

 

“Kalau untuk gelombang, seluruh perairan masih terpantau aman. Hanya saja pada perairan laut Kotaagung terjadi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter dan di laut Krui hingga 4 meter,” kata dia.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait