#penggelapan#uanglimbah

Gelapkan Uang Rp527 Juta, DPO Diamankan Tim Gabungan Polres Lamteng di Medan

Gelapkan Uang Rp527 Juta, DPO Diamankan Tim Gabungan Polres Lamteng di Medan
Polres Lampung Tengah. (Foto:Lampost/Raeza)


Gunungsugih (Lampost.co)--Seorang DPO kasus tindak pidana penggelapan dalam jabatan di PT Agung Jaya Raya Indonesia, yang ada Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah, diamankan jajaran tim gabungan Tekab 308 Polres setempat dan Polsek Bumiratunuban, pada 18 September 2022 di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

DK (43) warga Kelurahan Sukamaju Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung yang menjabat sebagai acounting merugikan perushaan tersebut hingga ratusan juta rupiah.

"Palaku DK kami tangkap saat berada di tempat persembunyianya di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas, Rabu, 21 September 2022.

Pelaku diamankan berdasarkan laporan korban Iwan Santosa selaku Dirut PT Agung Jaya Raya Indonesia, pada 26 April 2022.

"Pelaku yang menjabat sebagai acounting di salah satu peruahaan yang ada di Lamteng, menggelapkan uang hasil penjualan waste atau limbah periode Juli 2020 sampai Desember 2021 sebesar Rp527 juta lebih," imbuh kasat.

Uang teraebut telah diserahkan saudari Endah selaku admin atau penerima pembayaran penjualan limbah kepada pelaku yang seharusnya dimasukkan ke rekening perusahaan, namun tidak disetorkan pelaku. Atas kejadian tersebut, perusahaan merasa dirugikan dan melaporkan ke Polsek Bumi Ratu Nuban.

Kronoligi penangkapan, dengan berbekal laporan korban, lalu polisi melakukan penyelidikan. Selanjutnya, mendapatkan informasi bahwa pelaku DK saat itu berada di Kota Medan. Tim Tekab 308 bersama Opsnal Polsek Bumi Ratu Nuban langsung berangkat menuju ke Kota Medan.

"Saat di Medan, pelaku DK kami amankan saat berada di depan rumahnya di Kota Medan, usai pulang dari ibadah," paparnya.

Saat ini, pelaku berikut barang bukti di Mapolsek Bumi Ratu Nuban guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 374KUHPidana tentang Penggelapan dalam Jabatan, ancaman hukuman lima tahun penjara.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait