covid-19nasional

Gedung DPR Wajib Ditutup Usai 18 Legislator Positif Covid-19

Gedung DPR Wajib Ditutup Usai 18 Legislator Positif Covid-19
Suasana sidang pengesahan RUU Cipta Kerja di Gedung DPR RI, Senin (5/10/2020).


 Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak 18 anggota DPR RI terpapar virus covid-19. Meski demikian, masih banyak orang yang beraktivitas di sana. Termasuk sidang  pengesahan UU Cipta Kerja.

Menanggapi ini, Gubernur Anies Baswedan mengatakan harus ada penutupan gedung atau lokasi tempat ke-18 anggota DPR RI ini bekerja. Adapun penutupan dilakukan selama 3 hari.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama 3 hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

Anies menjelaskan penutupan yang dimaksud tidak berarti seluruh komplek DPR RI harud ditutup. Melainkan hanya lokasi tertentu tempat para anggota DPR RI ini bekerja.

"Jadi tidak ditutup seluruh komplek, tapi yang ditutup di gedung-gedung di mana di situ ditemukan orang yang positif. Jadi gedung tempat orang bekerja positif, di situ yang ditutup. Kalau tidak (ditemukan yang positif), ya tidak (ditutup gedungnya)," jelas Anies.

Anies belum mengetahui persis gedung mana yang menjadi tempat bekerja 18 anggota DPR positif covid-19 ini. Meski begitu, penutupan gedung wajib dilakukan.

"Kurang tahu tapi ada 18 anggota Dewan yang konfirmasi positif. Ya makanya gedung tempat mereka bekerja itu yang harus ditutup. Bukan seluruh kompleknya," pungkasnya. 
 

EDITOR

Media Indonesia

loading...




Komentar


Berita Terkait