#elpiji#lpg

Gas Elpiji 3 Kg di Tubaba Langka Akibat Banyak Dibeli Warga Mampu

Gas Elpiji 3 Kg di Tubaba Langka Akibat Banyak Dibeli Warga Mampu
Ketersediaan elpiji di agen PT Ram 7 Sari yang beralamat di Tiyuh Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang. Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (Lampost.co) -- Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), membenarkan terjadinya kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilo gram di tingkat konsumen menjelang bulan Ramadan.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag UMKM Kabupaten Tubaba, Eka Saputra, mengungkapkan, setidaknya ada empat temuan yang perlu ditindaklanjuti agar ketersediaan elpiji aman hingga Lebaran idulfitri.

"Dari hasil pemantauan kami, ditemukan salah satu pangkalan elpiji yang menyalurkan hingga 10 tabung dengan harga jual Rp22 ribu per tabung. Tidak ada kesepakatan tertulis antara pihak agen dan pangkalan yang memuat harga per tabungnya. Masih banyaknya pedagang nonmikro dan masyarakat menengah dengan mudah membeli elpiji bersubsidi," kata Eka, Rabu, 16 Maret 2021.

Akibat salah sasaran tersebut, keluarga miskin yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi sulit mendapatkan harga yang sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Tubaba Nomor B/75/1.04/HK/TUBABA/2020.

Dalam Perbub disebutkan harga eceran tertinggi (HET) di wilayah Tubaba dari agen ke pangkalan sebesar Rp15.500, sedangkan HET dari pangkalan ke konsumen Rp18.000-18.500 per tabung.

Dari data yang dihimpun Lampost.co, di Kabupaten Tubaba terdapat tiga agen elpiji resmi, yakni PT Bumi Bangun Mulia yang beralamat di Kelurahan Mulya Asri Kecamatan Tumijajar yang menyalurkan ke sebanyak 71 pangkalan. PT Ram 7 Sari di Tiyuh Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang yang menyuplai gas elpiji ke 66 titik pangkalan, dan PT Gema Jaya Persada beralamat di Kelurahan Dayamurni menyuplai pangkalan sebanyak 47 pangkalan. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait