#nuansa#masker#covid-19

Gara-gara Masker

( kata)
Gara-gara Masker
Ilustrasi Pixabay.com

Deni Zulniyadi

Wartawan Lampung Post

BEBERAPA hari lalu, saya bersama kakak sepupu pergi ke salah satu bank di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, untuk membayar tagihan. Saat tiba di parkiran, kami melihat rolling dor bank tertutup. Kami pun menanyakan kepada petugas satpam yang sedang duduk sudut kantor tersebut.

Satpam itu menjelaskan sebagian besar kantor cabang bank tutup. Hal itu sesuai kebijakan pimpinan di tengah pandemi Covid-19. Dia menyarankan untuk ke kantor lainnya yang buka.

Kami kemudian pergi ke salah satu kantor bank di Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, dan untungnya bank itu buka. Kakak saya segera masuk ke halaman kantor dan memarkirkan kendaraan. Kemudian kami turun, tidak lupa mengenakan masker kain yang memang kami gunakan setiap hendak ke luar rumah.

Petugas satpam yang juga mengenakan masker segera mengarahkan kami ke sisi kanan bank untuk cuci tangan. Di sana sudah disediakan wastafel berikut sabun dan tisu. Saat itu kami tidak masuk bank karena istri kakak sepupu saya yang mengurus pembayaran di bank. Akhirnya, kami duduk di kursi kayu yang tidak jauh dari wastafel tadi.

Sambil duduk dan berjemur, saya memperhatikan petugas satpam di depan pintu bank itu. Ketika ada orang datang, dia sesegera mungkin mengarahkan untuk cuci tangan. Barulah dia mempersilakan masuk.

Ada satu kejadian yang menarik perhatian kami saat itu. Ada seorang bapak paruh baya tiba-tiba bicara dengan nada tinggi kepada satpam.

Ternyata satpam tidak memperkenankan bapak itu masuk bank karena tidak mengenakan masker. Dia menjelaskan kepada si bapak bahwa peraturannya harus menggunakan masker, sebelum masuk cuci tangan, setelah di dalam akan dicek suhu tubuh.

Setelah berdebat, bapak itu pergi. Ketika di parkiran, ada seseorang yang memberi sang bapak masker. Akhirnya, bapak itu bisa masuk bank.

Seperti kita ketahui, pemerintah telah mengimbau warga menggunakan masker ketika harus keluar rumah di tengah pandemi ini. Untuk masyarakat awam disarankan menggunakan masker kain, karena masker medis untuk para tenaga medis.

Setelah diumumkan penggunaan masker kain mampu mencegah penyebaran virus hingga 70%, banyak warga yang memburunya. Apalagi masker itu relatif murah, mulai dari Rp5 ribuan. Masker ini juga bisa dicuci dan digunakan kembali.

Sebagai warga yang baik, mari kita patuhi imbauan pemerintah untuk diam di rumah agar penyebaran virus corona ini bisa ditekan.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar