#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis

Gandeng OJK dan AAUI, BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Gerakan Kampung Sadar Asuransi di Kecamatan Rajabasa

Gandeng OJK dan AAUI, BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Gerakan Kampung Sadar Asuransi di Kecamatan Rajabasa
Penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan di kantor Kecamatan Rajabasa, Rabu, 19 Oktober 2022. Dok/BPJamsostek


Bandar Lampung (Lampost.co): BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Bandar Lampung menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaksanakan kegiatan "Gerakan Kampung Sadar Asuransi" yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2022 di Kantor Kecamatan Rajabasa, Rabu, 19 Oktober 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Asisten III Administrasi Umum Kota Bandar Lampung Yanuwardi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Sulistijo Nisita Wirjawan, Direktur Eksekutif AAUI yang diwakili Diah Kusumawati, Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto, Kepala Jasa Raharja Bandar Lampung, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Sulistijo Nisita Wirjawan mengatakan dalam "Gerakan Kampung Sadar Asuransi" selain dilakukan sosialisasi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaa, dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis kartu peserta BPJS KEtenagakerjaan kepada pekerja rentan yang berada di wilayah kerja Kecamatan Rajabasa. Penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia kepada honorer Puskesmas Kupang Kota sebesar Rp153.519.240 kepada ahliwaris almarhum Sugeng Pramono dan Jaminan Kematian (JKM) sekaligus beasiswa 2 orang anak dari almarhum Tarmizi sebesar Rp123.000.000, selaku honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang kegiatan ini adalah pilot project "Gerakan Kampung Sadar Asuransi" yang melibatkan AAUI dengan memberikan polis BPJS Ketenagakerjaan kepada 22 tenaga kerja bukan penerima upah dan pemberian manfaat asuransi tenaga kerja kepada 2 orang penerima manfaat asuransi.

Ia berharap dengan gerakan sadar kampung asuransi bisa berlanjut dengan baik dikembangkan ke daerah-daerah yang lain.

Direktur Eksekutif AAUI yang diwakili Diah Kusumawati mengatakan bahwa asuransi itu tidak sepopuler bank. Sementara penetrasi terhadap asuransi itu sangat rendah.

“Di Indonesia baru 3%, lebih-lebih lagi pada asuransi umum. Keadaannya sangat menyedihkan sekali karena baru mencapai 0,41% untuk penetrasinya,” ucap Diah.

Artinya, lanjut Diah, beli asuransi di Indonesia dimana penduduk Indonesia terdiri dari 225 juta jiwa yang membeli asuransi itu baru 3%. Jadi baru sedikit sekali yang tahu asuransi. Padahal untuk asuransi itu sangat kecil tetapi tetap masyarakat Indonesia tidak tertarik juga.

Sementara dalam sambutan Wali Kota Bandar Lampung, yang disampaikan oleh Plt Asisten III Administrasi Umum Yanuwardi, mengatakan bahwa masyarakat harus pintar dalam memilik asuransi sesuai kebutuhannya dan memilih perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait