#KEDELAI

Gakoptindo Lampung Curhat ke Mendag, Perajin Tahu-Tempe Lesu

Gakoptindo Lampung Curhat ke Mendag, Perajin Tahu-Tempe Lesu
Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Lampung, saat curhat didepan Zulhas pada acara Audiensi Mendag bersama perajin tahu-tempe di Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin curhat ke Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Salah satu curhatannya yakni produsen tahu-tempe Lampung lesu, harga kedelai terus melambung.

"Kami itu kan usaha rumahan, untuk dapat kedelai dengan harga subsidi harus ada dokumen seperti NIB, NIK yang by name by address. Ya susah pak, harusnya dipermudah lagi," kata dia, Jumat, 30 September 2022.

Aip juga meminta kepada Mendag memperpanjang program subsidi kedelai untuk perajin tahu tempe yang telah berakhir pada Juli 2022 lalu. Pasalnya, realisasi volume penyaluran jauh dari target yang ditetapkan pemerintah sehingga banyak perajin belum mendapatkan pasokan subsidi.

"Program subsidi jalan, tapi tidak selancar seperti bayangan. Total target 40rb ton tapi realisasi kami hanya 3839 ton untuk 3242 pengerajin. Janya 10 persen dari potensi yang ada, salah satu penyebab ya syarat-syatat itu tadi," katanya.

Selain perizinan yang mempersulit perajin, Aip mengatakan para importir kedelai terkesan tanggung dalam mendukung program subsidi pemerintah. Misalnya, gudang kedelai selalu tutup saat hari libur.

"Ada indikasi importir kurang mendukung program subsidi ini, jadi pembelian bisa dilakukan dua minggu sekali tapi beli Jumat dikirimnya Senin karena weekend libur," katanya.

Menganggapi hal itu, Mendag Zulhas mengatakan pemerintah akan segera memberikan rekomendasi kepada Bulog agar memperbaiki sistem yang ada. Zulhas berjanji syarat-syarat administrasi akan dipermudah.

"Ini kan ada Bulog Lampung, saya minta jangan dipersulit ini para perajin tahu-tempe, syarat dokumen itu hapus saja lah. Hobi kok nyusahin orang ya," katanya.

Zulhas mengatakan subsidi pemerintah yang diberi nama Program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai oleh Pengrajin Tahu Tempe itu akan diperpanjang. Ia juga berjanji akan menaikan jumlah potongan (subsidi) yang tadinya Rp1.000 per kilogram akan dinaikan Rp1.500.

“Realisasi penyaluran kedelai bersubsidi hanya sekitar 80 ribu ton atau 10 persen dari target 800 ribu ton. Itu pasti ada kendala, ternyata benar ada syaratnya itu. Nanti saya juga usulkan subsidinya dinaikan jadi Rp1.500 ya," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait