#gak#erupsi#beritalampung#dentuman#getarkankacapos

GAK Keluarkan Suara Dentuman Hingga Kaca Pos Pemantau Bergetar 

GAK Keluarkan Suara Dentuman Hingga Kaca Pos Pemantau Bergetar 
Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) menggetarkan kaca pos pemantauan di Lampung Selatan. (Foto:Dok.Lampost.co)


KALIANDA (Lampost.co)--Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami peningkatan rata-rata di atas 100 kali selama 24 jam terakhir, dalam dua hari terakhir. Bahkan dentuman letusannya sampai menggetarkan kaca pos Pemantau GAK di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. 

Untuk itu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati gunung dengan status waspada level II pada radius 1 km. 

Lalu aktivitas letusan kembali turun menjadi 56 kali, Amplitudo : 25-53 mm dengan Durasi : 20-100 detik pada laporan aktivitas gunungapi anak krakatau periode pengamatan 12/-7/2018 pukul 00.00-24.00 WIB. 
Sementara jumlah hembusan mencapai jumlah 141 kali, Amplitudo : 3-27 mm dengan Durasi : 20-172 detik. Sedangkan Vulkanik Dangkal sebanyak 5 kali dengan Amplitudo : 2-15 mm, dan Durasi : 3-10 detik.Kemudian Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-50 mm (dominan 40 mm)
Kepala Pos Pemantau GAK di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung selatan mengatakan visual pada CCTV teramati sinar api dan guguran lava pijar masih keluar dari gunung setinggi 305 mdpl. Aktivitas Anak krakatau sampai saat ini masih aktif dan cenderung meningkat. 
Pada malam teramati sinar api dan guguran lava pijar dari CCTV dan sesekali secara visual terdengar suara dentuman dan kaca Pos bergetar hingga pukul 24.00 WIB masih berlangsung.
GAK erupsi terjadi sejak Senin, 25 Juni 2018,  aktivitas kegempaan, letusan dan hembusan awan panas dari Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di sebelah selatan Perairan Selat sunda fluktuatif sampai saat ini. 

EDITOR

Aan Kridolaksono

loading...




Komentar


Berita Terkait