#gak#dentuman#beritalampung#lamsel

GAK Diselimuti Awan Tebal dan Keluarkan Dentuman

GAK Diselimuti Awan Tebal dan Keluarkan Dentuman
Para relawan melihat aktivitas GAK dari Pos pengamatan Gunung Api di Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. (Foto:Lampost /perdhana)


KALIANDA (Lampost.co)--Status Gunung Anak Krakatau (GAK) masih waspada dan diselimuti asap tebal serta masih mengeluarkan suara dentuman, masyarakat diimbau untuk tidak mendekat dari radius 2 KM. 

Berdasarkan hasil pantauan dari Posko Pantau Gunung Anak Krakatau, aktivitas dan status gunung krakatau saat ini masih berstatus waspada dan ketinggian asap yang di keluarkan mencapai 1.800 meter dari permukaan laut. 

Menurut Warno, salah satu Pengamat Gunung Anak Krakatau yang ada di Pos Pantau Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa mengatakan situasi terkini tentang GAK asap menyelimuti arah timur gunung berapi tersebut. 
"Hingga saat ini masih berstatus waspada, dengan asap kawah yang tebal menyelimuti bagian timur, dan terus mengeluarkan suara dentuman tiap detik," kata Warno, Rabu (26/12/2018). 

Dijelaskan, alat deteksi gunung berapi atau sesmograf yang berada di GAK tidak berfungsi karena alami kerusakan, sejak Mei 2018 lalu. 
"Alatnya rusak kena longsoran GAK bulan Mei lalu," kata dia. 

Untuk terus memantau aktivitas GAK, pihaknya lakukan secara manual dengan melihat menggunakan teropong dari depan pos pantau. 
"Pakai teropong untuk memantau kegiatan GAK," ujarnya. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ada di pesisir pantai untuk tetap waspada, sebab aktifitas gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu telah memasuki status waspada level dua. 
"Bagi masyarakat yang ada di pesisir pantai untuk tetap waspada, karena GAK telah memasuki starus waspada level dua," kata dia.

EDITOR

Perdhana Wibysono

loading...




Komentar


Berita Terkait