#lipi#beritanasional#mositakpercaya

Gaji Peneliti LIPI Disebut Sering Telat

Gaji Peneliti LIPI Disebut Sering Telat
Peneliti perkembangan politik LIPI, Hermawan Sulistyo (tengah) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.


JAKARTA (Lampost.co) -- Peneliti perkembangan politik LIPI, Hermawan Sulistyo, mengaku pembayaran gaji bulanannya sering telat saat masa kepemimpinan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Pembayaran tunjangan kinerja (tukin) juga sering terlambat.
 
"Gaji kami saja telat dibayarkan. Januari sulit, sekarang tukin pun dipersulit," kata Hermawan di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
 
Hermawan mengungkapkan gaji bulan Januari peneliti LIPI terlambat hingga 16 hari. Keterlambatan itu membuat masalah ekonomi.

Pada Februari, kata Hermawan, pembayaran tukin terlambat. Pembayaran tunjangan, lanjutnya, hanya dibayarkan kepada beberapa peneliti. "Tukin bulan ini hanya beberapa yang terbayar. Kebanyakan belum. Kepemimpinan ini sudah tidak benar," ujar Hermawan.

Kepemimpinan Handoko menjadi kepala LIPI menjadi polemik organisasi penelitian tersebut. Kebijakan yang dilakukan oleh Handoko dinilai selalu menyulitkan para peneliti LIPI. "Saya saat dia dipilih jadi pemimpin pun tidak setuju, itu semua Presiden dan stafnya saya SMS ketidaksetujuan," tutur Hermawan.

Sebanyak 65 peneliti LIPI mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua LIPI Laksana Tri Handoko. Handoko dinilai otoriter, tidak transparan, tidak kolegial, tidak partisipatif, tidak humanis dan tidak inklusif dan dapat menghancurkan LIPI.

Mosi tidak percaya dikeluarkan oleh para Profesor LIPI lantaran Handoko dinilai mengingkari kesepakatan moratorium yang telah ditandatangani pada 8 Februari 2019. Namun, tiga hari setelahnya, Handoko tidak menepati janji untuk menghentikan reorganisasi dan redistribusi sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.
 
Berdasarkan hal itu, kata Hermawan, pemberhentian kepala LIPI harus dilakukan lantaran tindakan Handoko sudah menyimpang dari kesepakatan yang berlaku. Dia meminta pemerintah turun tangan memecat kepala LIPI secepatnya. "Guna mencegah dampak kerusakan lebih lanjut, kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk memberhentikan Dr. Laksana Tri Handoko dari jabatannya sebagai kepala LIPI," tutur Hermawan.
 
Sebelumnya, kepada Medcom.id, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko bersedia melepas jabatan andai ada pihak-pihak yang keberatan atas kebijakan reorganisasi di tubuh LIPI. "Kalau mau ganti atau tidak, silakan. Wong saya juga ditunjuk oleh Presiden. Yang penting saya sudah melakukan tugas," ujarnya, Kamis 31 Januari 2019.

Handoko menyebut lumrah jika ada yang tak suka kepadanya. Namun, ia ingin agar ada komunikasi yang baik dalam setiap masalah. "(Tidak suka) itu kan biasa, lagi pula ini (jabatan) struktural. Apa pun alasannya itu hak masing-masing saya tidak bisa menafikan tapi semestinya dikomunikasikan," kata dia.
 

EDITOR

Medcom


loading...



Komentar


Berita Terkait