#PPPK#LAMPUNG

Gaji Guru PPPK Masih dari Dana BOS hingga Keluar SPMT

Gaji Guru PPPK Masih dari Dana BOS hingga Keluar SPMT
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, di kantor pemkot Bandar Lampung, Selasa, 26 Juli 2022. (Lampost.co/Umar Robbani)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Meski telah menerima surat keputusan (SK), 1.166 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum menerima gaji sesuai kontrak kerja. Mereka baru menerima gaji setelah menerima Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, mengungkapkan, pembayaran gaji sementara masih menggunakan dana BOS. Namun, ia menjelaskan gaji tidak sama dengan besaran gaji sebagai PPPK.

Menurutnya, besaran gaji sebagai guru PPPK dalam perjanjian kerja sebesar Rp2,9 juta. Gaji tersebut baru diterima para guru PPPK mulai November.

"Sampai November-Desember sudah aman. Pada 2023 sudah sudah kami floating gaji 14 bulan," kata Sukarma, di ruang kerja, Selasa, 26 Juli 2022.

Baca juga: 1.166 Guru PPPK Bandar Lampung Terima SK

Menurutnya, pemerintah membutuhkan Rp108 miliar untuk membayar gaji guru PPPK selama 14 bulan.

Meski belum menerima SPMT, guru PPPK tetap diimbau untuk mulai bekerja. Sebelum penyerahan, SPMT guru PPPK masih menerima gaji dengan mekanisme sebelumnya yakni sesuai ketersediaan dana BOS.

Sukarma melanjutkan persoalan gaji itu akibat ada peralihan tanggung jawab dari pemerintah pusat ke daerah. Gaji PPPK sebelumnya dibantu dengan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

"Sebelum pandemi, kami mendapatkan Rp1,1 triliun, sekarang berkurang jauh menjadi Rp100 miliar," jelasnya.

Hal itu membuat pemerintah kota sulit menambahkan anggaran untuk gaji PPPK. Karena, lanjutnya, PAD saat ini sudah digunakan untuk program pemerintah yang sudah berjalan.

"Untuk SPMT itu kewenangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait