#beritalampung#beritalampungterkini#deflasi#inflasi

Gabungan Dua Kota di Lampung Alami Deflasi 0,47 Persen pada Oktober 2022

Gabungan Dua Kota di Lampung Alami Deflasi 0,47 Persen pada Oktober 2022
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat pada Oktober 2022 terjadi deflasi untuk gabungan dua kota di Lampung 0,47 persen. Deflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 2,28 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Lampung Riduan mengatakan indeks harga konsumen (IHK) gabungan dua kota di Lampung turun dari 114,49 pada September 2022 menjadi 113,95 pada Oktober 2022. Itu artinya terjadi deflasi 0,47 persen.

Baca juga: Hingga 31 Oktober Serapan Anggaran Pemkab Pringsewu 71,32% 

"Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender, pada Oktober 2022 terjadi inflasi 4,84 persen. Selanjutnya inflasi tahun ke tahun dari Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 adalah 6,43 persen," ujarnya, Selasa, 1 November 2022.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau 2,28 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,11 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen.

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga 0,01 persen.

Sebaliknya, lima kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok transportasi 1,26 persen,  kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,54 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,19 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,03 persen dan kelompok kesehatan 0,02 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Oktober 2022, Bandar Lampung mengalami deflasi 0,50 persen, sedangkan Metro 0,20 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil deflasi tertinggi, yaitu 0,68 persen. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang andil deflasi tertinggi pada Oktober 2022 adalah subkelompok makanan 0,68 persen. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait