Jalanrusak

Fuso Muatan Gabah Amblas di Jalan Berlubang Poros Palas

( kata)
Fuso Muatan Gabah Amblas di Jalan Berlubang Poros Palas
Sebuah mobil fuso muatan gabah kering panen (GKP) terjebak di badan ruas jalan Simpang Palas - Bandanhurip, Kecamatan Palas. Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Sebuah mobil fuso muatan gabah kering panen (GKP) terjebak di badan ruas jalan Simpang Palas - Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Rabu, 3 Juni 2020. Mobil fuso dengan nomor polisi BE-9675-CS itu amblas tepat di jalan yang berlubang dengan penuh kubungan air.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, fuso itu terjebak pada jalan yang rusak berat tepatnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas. Akibatnya, fuso tidak bisa melaju karena posisi bak truk yang bermuatan gabah telah miring dan nyaris terbalik.

Menurut Jusman, warga Desa Sukaraja, mobil fuso muatan gabah atau padi itu amblas sejak Rabu, 3 Juni 2020, dini hari. Dia mengatakan sering terjadi mobil fuso bertonase besar amblas di ruas jalan tersebut karena kondisi jalan yang rusak berat.

"Sering terjadi mobil fuso terjebak di jalan rusak di desa kami. Sudah muatan banyak, mana jalan rusak sudah bertahun-tahun enggak pernah diperbaiki," kata dia.

Dia mengatakan pada akhir 2019 lalu Pemerintah Desa Sukaraja bersama Pemerintah Kecamatan pernah melakukan penimbunan disetiap jalan yang rusak parah. Namun, kali ini jalan itu kembali dipenuhi kubangan air.

"Masyarakat kami disini mengharapkan ruas jalan poros Kecamatan Palas tepat di Desa Sukaraja dapat segera diperbaiki. Sebab, lambat laun kondisinya akan rusak parah," kata dia.

Sementara itu, Rahman, pengguna jalan asal Desa Bumirestu mengatakan pihaknya menyayangkan tidak ada perhatian khusus dengan kondisi ruas jalan Simpang Palas-Bandanhurip. Padahal, kondisinya sudah rusak parah.

"Apalagi ruas jalan itu merupakan akses penghubung antarkecamatan dan antarkabupaten. Bahkan, Kecamatan Palas dan Sragi merupakan penghasil pertanian yang cukup banyak. Tapi, tidak didukung dengan infrastruktur jalan yang bagus," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Penguji Kontruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet mengatakan ruas jalan simpang Palas-Bandanhurip baru diperbaiki sepanjang 8,5 km dari total keseluruhan sekitar 12 km. Dimana, perbaikan dilakukan hanya bagian ruas rusak parah dan tambal sulam yang rusak ringan.

"Memang tidak semua ruas diperbaiki. Mungkin karena keterbatasan anggaran. Dana yang dikucurkan itu tidak bisa menyentuh seluruh kerusakan jalan poros, Hingga kini belum tahun kapan dianggarkan kembali," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar