#Vaksin

Fraksi Partai NasDem Minta Pemerintah Buka Opsi Vaksin Mandiri

Fraksi Partai NasDem Minta Pemerintah Buka Opsi Vaksin Mandiri
Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad M. Ali. Foto: dok NasDem


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksin Covid-19 telah siap sedia di Tanah Air. Pemerintah akan memulai program vaksinasi nasional dengan Presiden Joko Widodo sendiri yang menjadi orang pertama yang akan divaksin. 

Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad M. Ali mengatakan kesediaan Presiden menjadi yang pertama sebagai penerima vaksin dimaksudkan agar rakyat Indonesia tidak lagi terjebak pada perdebatan mengenai keamanan dan keabsahan vaksin.

"Vaksin kita gunakan untuk menyudahi wabah Covid-19 yang sudah berlangsung hampir setahun ini," kata Ali dalam keterangan pers yang diterima Lampost.co, Selasa, 12 Januari 2021. 

Mulai Januari ini pemerintah telah memprogramkan vaksinasi sebanyak 5,8 juta dosis dengan prioritas utama para tenaga kesehatan (Nakes). Selanjutnya, berturut-turut di bulan Februari 10 juta dosis vaksin; Maret 13,3 juta vaksin; dan April 20,4 juta vaksin. Saat ini, Indonesia telah memiliki 3 juta vaksin Sinovac. Pekan ini dikabarkan akan datang lagi 15 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku.

"Kabar ini tentu patut kita apresiasi dan sambut dengan besar hati. Namun demikian, dengan hitungan di atas maka hingga bulan April 2021 mendatang, jumlah penduduk yang tervaksinasi baru mencapai 49,5 juta jiwa," kata dia.

Kenyataan ini, kata Ali, tentu akan terus beriringan dengan naiknya angka kasus positif Covid-19. Sementara itu masyarakat membutuhkan kecepatan untuk mencapai situasi herd immunity, setidaknya 180 juta jiwa harus tervaksinansi dari 250 juta penduduk Indonesia.

"Oleh karena itu, harus ada langkah-langkah alternatif agar proses vaksinasi nasional tidak berjalan secara liniar. Langkah simultan perlu dirumuskan agar target imunitas nasional tidak membutuhkan waktu tertalu lama. Selain agar jiwa warga negara terlindungi, langkah simultan ini juga diharapkan akan mempercepat upaya pemulihan berbagai dimensi kehidupan bangsa yang banyak terdisrupsi akibat pandemi Covid-19," papar Ali. 

Ihwal vaksinasi, M. Ali menyampaikan beberapa poin pernyataan resmi Fraksi Partai NasDem. Pertama, Fraksi Partai NasDem menyambut baik kehadiran vaksin Covid-19 dengan berbagai skema yang telah ditetapkan pemerintah. NasDem juga mendukung berbagai langkah yang telah diambil Pemerintah terkait penyediaan vaksin ini, baik itu dari Sinovac, Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer/BioNTech. 

"NasDem percaya bahwa Pemerintah telah memperhatikan seluruh aspek yang diperlukan dalam rangka penyediaan vaksin yang aman bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas Ali. 

Kedua, Fraksi Partai NasDem mendorong agar Pemerintah membuka skema vaksinasi mandiri yang segala kebutuhannya dipenuhi secara swadaya oleh warga. Vaksinasi mandiri ini diserukan utamanya bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih. 

"Jadikan skema ini sebagai perwujudan semangat gotong royong sebagai satu bangsa dalam upaya menghentikan penularan virus korona," ujar dia.

Ketiga, agar opsi vaksin mandiri bisa berjalan, Pemerintah perlu membuat regulasi atau memberikan payung hukum agar praktik vaksinasi mandiri tidak menyalahi ketentuan yang berlaku. Hal ini penting agar proses vaksinasi nasional bisa berjalan secara simultan sehingga target penduduk yang tervaksinasi bisa lebih cepat terpenuhi. 

Keempat, mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk menghentikan segala polemik mengenai vaksin Covid-19, baik terkait keamanan, keabsahan, hingga kehalalannya. 

"Lembaga-lembaga yang berwenang telah melakukan tugasnya dan telah menyampaikan pandangannya terkait vaksin yang sudah kita terima. Marilah kita percayakan sepenuhnya soal ini kepada mereka semua. Fraksi Partai NasDem juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berpartisipasi penuh dalam program vaksinasi nasional ini demi pulihnya kehidupan nasional kita ke depan," tutup Ali. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait