#pelatihan#polri

FPU 3 Minusca Latihan Merakit Jembatan Apung

FPU 3 Minusca Latihan Merakit Jembatan Apung
Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional, Brigjen Krishna Murti. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Personel Garuda Bhayangkara FPU 3 Minusca latihan merakit jembatan dari tali, bambu dan drum plastik, Rabu, 25 Agustus 2021. Jembatan itu untuk mengambil bendera merah putih yang berada di pinggir laut. 

Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional, Brigjen Krishna Murti, mengatakan proses pembuatan jembatan untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama tim. Setiap anggota harus teliti dalam merakit jembatan ampung.

"Mendidik loyalitas pada kepemimpinan, selesai merakit para regu menggabungkan jembatan rakitan di laut untuk mengambil bendera merah putih," katanya.

Namun, jika nanti jembatan ampung yang dirakit rusak atau terlepas dari ikatan maka semua jembatan apung yang di buat setiap regu diulang kembali ke darat untuk di rakit.

Sebelumnya, tempat peristirahatan FPU 3 Minusca diserang teror sekelompok orang tak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Pelatihan itu agar personel selalu siap jika di berada di medan tempur yang sesungguhnya.

Seluruh tim dipaksa keluar dari tenda peristirahatan dalam keadaan apapun. Terlihat ada yang masih berpakaian lengkap dan ada juga yang bersiap untuk istirahat tidur.

“Tegal Mas Island kami ibaratkan sebagai negara konflik (Afrika Tengah). Mereka seakan sedang berada dalam situasi tersebut. Jadi harus siap dengan keadaan apapun, termasuk penyerangan atau penyerbuan kelompok lain. Harus sigap dan tetap fokus dengan tanggung jawab yang kami diamanahkan,” kata mantan Waka Polda Lampung itu.

Praktek langsung menghadapi penyerbuan dalam situasi tak terduga sekaligus melihat soliditas personel antartim untuk saling menjaga dan melindungi. Termasuk adegan penculikan yang terjadi begitu mendadak. 

"Kami melihat tim FPU 3 ini sudah sangat siap. Namun, tetap masih ada ujian selanjutnya yang harus mereka hadapi,” katanya.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait