#ekonomi#fintech

Fintech Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Lampung

Fintech Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Lampung
Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto saat talkshow Economic Corner MetroTv Lampung, Jumat, 11 Maret 2022. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perkembangan Financial Technology (Fintech) atau pinjaman online (Pinjol) di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini menunjukkan bahwa akselerasi perkembangan dan transformasi digital semakin membaik. Perkembangan fintech lending memberikan manfaat luas bagi masyarakat seperti mendorong inklusi keuangan serta memfasilitasi penyaluran kredit rerutama untuk Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM).

Tak hanya itu, keberadaan fintech lending di Indonesia turut mendorong investasi dan perdagangan sekaligus meningkatkan pendalaman keuangan. Hadirnya fintech lending relah membantu masyarakat menyelesaikan berbagai masalah, salah satunya membantu perkembangan baru di bidang start up teknologi yang tengah menjamur saat ini. Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Fintech Lending juga membantu UMKM untuk mendapatkan kemudahan dan efisiensi di area keuangan. Fintech lending memberikan banyak solusi keuangan, khususnya bagi bisnis kecil menengah. Perkembangan fintech lending diharapkan agar lebih bersifat inklusif.

"Perkembangan industri fintech di Lampung saat ini berkembang cepat di sektor jasa keuangan baik di payment system, pendanaan usaha, perbankan (digital banking), capital market, perasuransian dan lainnya, sudah banyak dikenal oleh masyarakat," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Bambang Hermanto saat talkshow Economic Corner MetroTv Lampung, Jumat, 11 Maret 2022

Perkembangan kinerja industry Fintech Lending di Lampung, jumlah akun Lender meningkat sebesar 4.629 akun (62,05%) yaitu dari 7.460 akun di posisi Desember 2020, menjadi 12.089 akun di posisi Desember 2021 (yoy). Jumlah akun borrower meningkat sebesar 347.248 akun (73,33%) yaitu dari 473.547 akun di posisi Desember 2020, menjadi 820.795 akun di posisi Desember 2021 (yoy).

Peningkatan akun Lender dan Borrower tersebut, diikuti juga dengan peningkatan jumlah transaksi lender dan borrower. Transaksi lender meningkat 138.641 akun (138,78%) dan Transaksi Borrower meningkat sebesar 4.705.736 akun (141,10%). Catatan secara nasional, meningkat sebesar 68,37% dan 114,62%.

"Peningkatan aktivitas transaksi tersebut juga mendorong peningkatan outstanding pinjaman. Posisi 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp467 miliar atau tumbuh Rp253 Miliar (118.22%) dari posisi Desember 2020 sebesar Rp214 Miliar," katanya.

Di Lampung sendiri masyarakat juga semakin mengenal apa itu Fintech P2P Lending, terlebih saat ini, ada perusahaan Fintech P2P Lending yang berkantor pusat di Provinsi Lampung yakni PT Lampung Berkah Finansial Teknologi Tbk, atau di aplikasi dikenal dengan nama Lahan Sikam. Sebagai gambaran pendanaan usaha melalui Fintech P2P Lending, Lahan Sikam pada awalnya tahun 2019 dan 2020 fokus pada segmen pengusaha mikro dan kecil, kemudian pada tahun 2021 Lahan Sikam mulai ekspansi ke produk kecil dan menengah.

"Hal tersebut menyebabkan peningkatan jumlah penyaluran pinjaman pada tahun 2021 oleh pinjaman pendanaan usaha maupun dan modal kerja untuk badan usaha dengan rata-rata pinjaman diatas Rp500 juta per Borrower," katanya.

Statistik ini menunjukkan adanya minat dan kebutuhan yang tinggi dari masyarakat akan pendanaan usaha melalui Fintech P2P Lending dan masyarakat yang memiliki dana untuk membiayai usaha/berperan sebagai investor juga semakin banyak. Ini Konsep Direct Finance, dimana usaha langsung dibiayai oleh masyarakat seperti Pasar Modal, sementara perbankan menggunakan konsep Indirect Finance karena Bank disini bertindak sebagai lembaga intermediary antara nasabah simpanan dengan debitur.

"Saat ini, UMKM Lampung juga sedang dikenalkan mengenai Securities Crowd Funding (SCF). SCF sendiri merupakan layanan jasa keuangan berupa penerbitan saham dan surat utang (obligasi) berbasis Teknologi Informasi. Saat ini di Lampung sudah ada Platform SCF yang melayani penerbitan saham untuk Usaha Tambak Udang di Kabupaten Tulang Bawang kepada 8 pelaku usaha dengan nilai total Rp2,08 Miliar," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait