#opini#kolompakar#LampoungPost#SiklonTropis

Fenomena Siklon Tropis 

Fenomena Siklon Tropis 
Ilustrasi siklon tropis. 3.bp.blogspot.com


BARU-BARU ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan adanya siklon baru yang dinamakan siklon Dahlia. Siklon Dahlia termasuk siklon tropis.
Penamaan siklon tropis berbeda di setiap wilayah dunia di antaranya siklon tropis yang terjadi di musim peralihan mulai bulan Maret, April, Mei (MAM) dan September, Oktober, November (SON) di wilayah Indonesia. Penamaan dari setiap wilayah terbentuknya siklon tersebut berbeda-beda.
Contohnya, di Samudera Pasifik bagian timur dan Samudera Atlantik bagian utara dikenal sebagai hurricane. Di wilayah Pasifik barat laut dikenal sebagai typhoon (taifun). Kemudian, di wilayah Samudera Hindia dan Australia yang sering terjadi pada November hingga April dikenal sebagai tropical cyclone (siklon tropis).
Kata “siklon” itu sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “kyklos” yang memiliki arti lingkaran atau roda, yakni istilah siklon tropis merupakan sistem dengan tekanan rendah biasanya tumbuh di perairan yang hangat (26—28 °C) di wilayah tropis di belahan bumi bagian ekuator atau katulistiwa.
Siklon sangat jarang terbentuk di wilayah lebih dari 5°LU dan 5°LS, baik di belahan Bumi utara (BBU) maupun belahan Bumi selatan (BBS). Siklon tropis berbentuk pusaran angin dengan diameter rata-rata pusarannya dapat mencapai 150—200 km. Anda dapat membayangkan bahwa laju pergerakan dari siklon tropis tersebut seperti berkendara di jalan tol dengan kecepatan 180—200 km/jam.
Seberapa jauh siklon tropis itu dapat berpindah, bergantung pada kondisi wilayah sekitar yang dilewatinya. Ada perubahan energi sistem dari siklon tropis yang tumbuh di perairan hangat, ketika melewati wilayah perairan dingin atau menuju daratan.
Perubahan energi sistem tersebut menyebabkan siklon tropis akan melemah atau hilang. Rata-rata masa hidup siklon tropis dapat mencapai 3—15 hari dengan jarak tempuh dapat mencapai 1.000 km.
Pembentukan siklon tropis melewati beberapa tahapan, yaitu tropical disturbance (gangguan tropis)—tropical depression (depresi tropis)—tropical storm (badai tropis)—tropical cyclone (siklon tropis). Tahapan tersebut lebih dikenal sebagai cyclogenesis. Proses peningkatan kecepatan angin di sebuah sistem siklon itulah yang menentukan penamaan tahapan atau jenis siklonnya.
Tahap pertama setelah ada gangguan tropis akan terbentuk depresi tropis dengan pusat tekanan sangat rendah, biasanya memicu aliran konveksi dan proses pembentukan awan. Tentu saja dalam kondisi itu dipengaruhi suhu permukaan laut dan luasan perairan hangat. Apabila tekanan tadi terus memusat dan membentuk sebuah pusaran yang bergerak, akan berkembang menjadi tahap berikutnya yaitu badai tropis.
Samudera Hindia dan perairan barat Australia merupakan tempat yang sering menjadi sumber terbentuknya siklon tropis. Dalam setahun rata-rata dapat mencapai 10 kali pembentukan siklon tropis dengan intensitas berbeda-beda. Ada kaitan antara aktivitas matahari terhadap fenomena siklon tropis. Matahari memancarkan radiasi dengan intensitas berbeda-beda ke permukaan Bumi.
Pada daerah tropis atau bagian Bumi dekat ekuator/katulistiwa radiasi matahari lebih intensif, sehingga dapat membuat temperatur permukaan di perairan wilayah tropis meningkat dan membentuk pusat tekanan rendah yang dapat memicu terjadinya sebuah sistem siklon. Tentu saja sebelum menjadi siklon tropis diawali dengan gangguan tropis, seperti depresi tropis dan badai tropis, di antaranya tahapan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Kondisi samudera yang hangat menjadi faktor utama lahirnya sebuah siklon, adanya peningkatan temperatur permukaan laut sehingga terjadi penguapan atau terbentuknya uap air sebagai bahan bakar utamanya dalam proses pembentukan siklon. Samudera Hindia merupakan tempat asal terbentuknya siklon tropis Dahlia dan Cempaka.
Posisi wilayah tersebut memang masih berada >6 derajat lintang selatan (LS).
Biasanya siklon tropis akan bergerak ke arah Bumi belahan utara. Namun tetap dapat bergerak menuju ekuator, misalnya kasus siklon tropis di Filipina (BBU) bisa bergerak ke selatan. Demikian juga daerah yang termasuk Bumi bagian selatan (BBS) dapat bergerak ke utara.
Bagaimana siklon dapat bergerak? Sumber penyebab geraknya? Pergerakan sebuah siklon selalu berubah tiap waktu, tidak bersifat kontinu. Gerakan siklon biasanya seperti berputar/punter/siklonik/antisiklonik, penyebab utama siklon dapat bergerak karena adanya gaya coriolis akibat rotasi bumi yang makin kecil ke arah ekuator (istilah lain yang biasa digunakan dalam bidang fisika yaitu momentum sudutnya makin mendekati nol di ekuator).
Jadi ketika sebuah siklon bergerak mendekati arah ekuator, siklon tersebut akan melemah dan menghilang atau kemudian bisa saja akan terjadi pembelokan arah, seperti yang terjadi pada kasus siklon tropis Dahlia dan Cempaka saat ini.
Jadi sebuah siklon masih tetap dapat bergerak mendekati ekuator, tetapi tidak akan langsung menuju ekuator karena sebelum sampai nol derajat, siklon tersebut akan melemah lalu menghilang. Atau akan dibelokkan dan terjadi penguatan siklon jika mendapat tambahan energi dari perairan yang lebih hangat sepanjang lintasan yang dilaluinya.
Contoh kasus siklon tropis yang terjadi di Filipina tetap bergerak ke selatan atau barat daya. Kemudian menghantam sebagian daratan Filipina sehingga siklon tropis tersebut melemah lalu menghilang. Atau apabila siklon tropisnya memang kuat, bisa menghantam beberapa negara Asia lalu menghilang.
Pada beberapa kasus, siklon tropis memang bergerak mendekati ekuator terlebih dahulu. Selanjutnya akan melemah lalu menghilang atau malah bertambah kuat bergantung pada kondisi samudera di lokasi siklon tropis tersebut terjadi.
Makin hangat temperatur permukaan laut, biasanya akan membuat siklon tropis makin kuat. Namun bergantung juga terhadap efek kekasaran permukaan sepanjang jalur lintasan yang dilaluinya. Misalnya, ketika siklon tropis tersebut melintasi daratan tempat tingkat uap air di daratan makin kecil, siklon tropis tersebut lambat laun akan melemah dan menghilang.
Contoh kasus lainnya yaitu mengapa siklon tropis yang melintasi daratan Jepang, tetapi siklon tropis tersebut tetap dapat bergerak menuju daratan Tiongkok? Jepang sama halnya seperti Indonesia berupa negara kepulauan. Jadi ketika melewati daratan Jepang, siklon tropis tersebut yang memiliki luas sampai ratusan kilometer masih bisa memperoleh asupan energi berupa bahan bakar, yaitu uap air dari laut di sekitar kepulauan Jepang.
Oleh karena itu, terkadang siklon tropis tersebut dapat melanjutkan perjalanan sampai ke Tiongkok. Kondisi topologi Jepang khususnya wilayah lautan bagian selatan memang termasuk dalam perairan hangat.

Siklon Tropis di Indonesia

Bagaimana dengan kasus siklon tropis baru-baru ini? Kasus siklon tropis kali ini sebenarnya sudah sering terjadi di musim-musim sebelumnya, tetapi di Indonesia memang unik. Posisi geografis Indonesia sering menjadi faktor sulitnya memprediksi cuaca dan iklim. Hal itu karena negeri ini merupakan daerah kepulauan terbesar di Bumi yang terletak di antara Benua Asia dan Australia serta diapit Samudera Pasifik dan Hindia.
Selain itu dipengaruhi oleh arus monsun Australasia dan Indonesia yang dilalui oleh arus lintas Indonesia (Arlindo) dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia. Distribusi daratan dan lautan yang bervariasi dari Sabang sampai Merauke, variasi luas pulau, dan banyaknya daerah pegunungan menyebabkan adanya variasi iklim lokal yang cukup besar.
Selain itu, kompleksitas dinamika atmosfer di wilayah kita juga sangat cepat berubah. Variasi curah hujan di setiap daerah yang cukup besar dalam skala waktu bulanan, musiman, bahkan tahunan dapat menyebabkan terjadinya fenomena iklim ekstrem. Semua hal yang disebutkan di atas memiliki istilah maritime continent barrier yang menjadi faktor sulitnya membuat pemodelan komputasi yang presisi dalam menentukan perkiraan cuaca dan iklim di Indonesia.

Sebaik apa pun model prediksi yang sudah ada dan diterapkan di negara lain, akan selalu menghasilkan presisi yang rendah apabila diterapkan di Indonesia. Tentu saja hal itu menjadi sebuah tantangan besar bagi para peneliti muda kita untuk berlomba membuat sebuah model prediksi yang akurat.

Sebenarnya untuk wilayah Indonesia sendiri, khususnya jalur yang dilewati siklon tropis bergerak menuju arah barat laut mendekati pesisir barat bagian selatan Pulau Sumatera hanya terkena ekor dari siklon tropis tersebut. Sehingga sebagian Lampung akan terkena dampaknya seperti hujan lebat, gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Wilayah Lampung yang perlu diwaspadai yaitu daerah yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai.

Imbauan kepada pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur siap siaga bencana, bahkan mungkin perlu adanya penyediaan sistem peringatan dini (early warning system) supaya info kedatangan siklon tropis tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat secara cepat. Keberadaan siklon tropis tersebut akan berdampak pada cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, bahkan hujan lebat yang disertai angin kencang.

Sistem saluran air di setiap wilayah kota perlu terus dipantau dan dipastikan lancar. Jangan sampai lupa bahwa saluran air yang menjadi bagian terpenting sebuah kota malah terabaikan.

Selama terjadinya siklon tropis, masyarakat perlu mengurangi kegiatan di luar rumah dan untuk para nelayan diwajibkan membaca atau merasakan arah dan kecepatan angin terlebih dahulu sebelum berlayar. Jika merasa tidak wajar, kegiatan berlayar sebaiknya ditunda dulu 3—5 hari ke depan.
Bagi yang tinggal di daerah pantai harap segera mengevakuasikan diri ketika siklon tropis menuju daratan karena siklon ini termasuk fenomena alam yang paling berbahaya dan sulit diprediksi, walaupun hanya berwujud pusaran.
Perlu juga peran aktif BMKG sekiranya kawasan tersebut terkena efek minor (terkena ekor) dari siklon tersebut, pemberian informasi dan imbauannya segera disampaikan supaya cepat sampai di masyarakat yang tinggal di daerah tepi pantai. n


 

EDITOR

Robiatul Muztaba ,Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan, Institut Teknologi Sumatera

loading...




Komentar