hujancuaca

Fenomena La Nina Picu Hujan Ekstrem pada Desember-Maret

Fenomena La Nina Picu Hujan Ekstrem pada Desember-Maret
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki November, Indonesia mulai mengalami musim hujan. Datangnya musim hujan umumnya berkaitan dengan peralihan angin timuran yang bertiup dari benua Australia (Monsun Timur) yang mengandung air benua Asia (Monsun barat). 

Dosen Program Stusi Sains, Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Alvin Pratama, S.Si., M.T., menjelaskan, posisi Indonesia secara geografis memiliki karakter yang unik yakni berada di tengah 2 samudera dan 2 benua serta dilewati garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan wilayah Indonesia memiliki tingkat keragaman cuaca dan iklim yang tinggi. 

Mengutip data klimatologi BMKG, Alvin menyebut, peralihan angin monsun ini diprediksi mulai dominan masuk ke Indonesia pada Desember 2020 - Maret 2021. Ia mengakibatkan akan muncul hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.

“Pada tahun 2020 hingga 2021 ini, potensi terjadinya intensitas curah hujan tinggi di beberapa wilayah di Indonesia sangat besar. Hal ini juga didorong dari hasil pengamatan anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik yang menunjukkan adanya fenomena La-Nina,” terang Alvin dengan keahlian di bidang Meteorologi Lingkungan.

Potensi kejadian La Nina ini juga didukung dari hasil simulasi yang dilakukan oleh BMKG dan beberapa pusat layanan iklim dunia. Dari hasil tersebut diperkirakan bahwa kejadian La Nina dapat terus berkembang hingga mencapai intensitas moderate pada akhir tahun 2020 dan diperkirakan mulai meluruh pada bulan Februari dan berakhir disekitar bulan Maret-April 2021.

Khusus untuk wilayah Lampung sendiri, Alvin menyebut, dari hasil pemantauan stasiun meteorologi di taman alat UPT MKG ITERA, diketahui bahwa total curah hujan pada bulan Oktober sudah masuk kategori menengah dengan jumlah 112,6 mm. Hal ini berpotensi terus mengalami peningkatan, terutama menjelang pergantian tahun yang juga merupakan efek adanya fenomena La Nina. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Alvin mengharapkan pemerintah, masyarakat maupun stakeholder terkait bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi seperti curah hujan ekstrem, bencana hidrologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan lain sebagainya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait