#Suap#Mustafa

Fee Proyek Disebut Untuk Biaya Politik Mustafa

Fee Proyek Disebut Untuk Biaya Politik Mustafa
Empat orang saksi dihadirkan JPU KPK dalam kasus dugaan suap terdakwa Mustafa eks Bupati Lamteng. Lampost.co/Abu


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman mengakui mengumpulkan fee proyek pembangunan Lampung Tengah untuk membantu memuluskan kegiatan politik Mustafa dan pinjaman dana Rp300 miliar di PT SMI.

Hal ini terungkap dalam sidang perkara suap dan gratifikasi dengan terdakwa mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 11 Februari 2021. Pada agenda sidang tersebut JPU KPK menghadirkan empat orang saksi. Selain Taufik, tiga saksi lainnya yakni Andi Kadarisman dan Heri Saputra ASN Bina Marga Lamteng, dan Aan Rianto Kasubdit Badan Penanggulangan BPBD Lamteng.

Baca juga: Jaksa KPK Susun Dakwaan Mustafa

Taufik Rahman mengatakan bahwa dirinya diminta Mustafa untuk memenuhi permintaan anggota DRPD berkenaan persetujuan peminjaman dana ke PT SMI. Pinjaman sebesar Rp300 miliar ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan jembatan.

Dalam prosesnya ada syarat-syarat yang harus terpenuhi. Salah satunya tanda tangan dari bupati dan anggota dewan. Sementara ada beberapa anggota dewan yang belum memberikan tanda tangannya.

"Ini berkaitan dengan adanya permintaan dari DPRD. Waktu itu saya dipanggil Mustafa dan disampaikan waktu itu ada permintaan sekitar Rp5 miliar," katanya.

Tidak lama berselang kembali ada penyampaian kepada dirinya untuk memenuhi Rp3 miliar yang ditujukan kepada tiga pengurus partai. Permintaan ini terus bertambah nilainya hingga mencapai Rp10 miliar.

Dana permintaan ini rencananya ia dapatkan melalui rekanan yang diantaranya termasuk Simon dan Budi Winarto. Calon rekanan ditawari untuk mengerjakan paket kegiatan melalui pembiayaan SMI.

Dalam praktiknya, Taufik Rahman memerintahkan sejumlah bawahannya untuk mengumpulkan fee. "Pengumpulan mulai 2017, saya meminta Ncus, Aan, Andre, Indra, Andi, Supranowo ikut membantu," katanya.

Pada kesempatan ini, Taufik juga mengatakan jika dana fee yang terkumpul hingga Rp53 miliar untuk beberapa kepentingan Mustafa termasuk pencalonannya sebagai Gubernur.

"Saya mendapatkan arahan. Kalau Mustafa ada kegiatan saya yang membantu," katanya.

Dalam hal ini Taufik mengaku hanya mengetahui sedikit dalam aksi dukung mendukung partai dalam ajang Pilgub. Dirinya hanya diminta memberikan kontribusi kepada 2 partai direkomendasikan. Kepada salah satu partai dia pernah menyerahkan hingga Rp6 miliar.

"Semua itu ada dalam catatan pengeluaran di dalam Laptop Indra," ujarnya.

Taufik bahkan menyatakan bahwa dirinya sempat menerima uang Rp1 miliar dari dana fee. Uang ini kemudian sudah ia kembalikan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait