#beritalampung#beritalampungterkini#bentrokmahasiswa#unila

FEB Unila Masih Mencari Fakta Bentrok Antarmahasiswa

FEB Unila Masih Mencari Fakta Bentrok Antarmahasiswa
Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Muslimin (kiri) saat dimintai keterangan di kampus Unila, Jumat dini hari, 23 September 2022. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kisruh antarmahasiswa di Universitas Lampung (Unila) pecah di depan Gedung Rektorat Unila, Kamis malam, 23 September 2022. Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Muslimin mengaku baru mendapat informasi tersebut setelah ditelepon Dekan FEB, Nairobi.

"Awalnya masih simpang siur, lalu Pak Dekan nelepon dan meminta saya datang ke kampus karena ada rusuh," katanya saat ditemui di Gedung Rektorat Unila, Jumat dini hari, 23 September 2022.

Saat sampai di FEB ia menyuruh mahasiswa yang bentrok untuk menarik diri dan menyelesaikan secara baik-baik saja. "Dan kami bakal cari faktanya. Kami kalau dari FEB sudah baik-baik naik diri," ujarnya.

Baca juga: Dua Kubu Mahasiswa Unila Bentrok

Dia menuturkan jika awal chaos dimulai menjelang salat isa dan diketahui awalnya dimulai dari mahasiswa FEB yakni UKM Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) yang terlibat pertengkaran. "Awalnya berawal dari mahasiswa FEB dan yang berantem itu info yang didapat Mahepel lalu satunya lagi (yang chaos) tidak tahu dari lembaga kemahasiswaan mana," katanya.

"Tapi akan kami cari faktanya seperti apa karena informasinya masih simpang siur enggak bisa kita pastikan. Siapa yang ribut kita verifikasi dulu," ujarnya.

Dia mengaku jika terjadi kerusuhan pasti ada mahasiswa yang terluka. "Kalau yang luka pasti ada tapi tidak tahu berapa," katanya.

Sementara itu, Yazid, mahasiswa FEB yang mengetahui kejadian, menyatakan awalnya hanya ingin mengantar temannya ke Fakultas Teknik. Namun, tiba-tiba ia diberhentikan mahasiswa dengan jumlah yang besar. Yazid mengaku tidak tahu mahasiswa dari mana yang mencegatnya.

"Nah kita orang enggak tahu macam-macam mereka itu, akhirnya motor saya dipinggirkan lalu dibawa ke kandang rusa, lalu dari kandang rusa dibawa ke Sekret Pertanian di situ cuma ngobrol-ngobrol aja," katanya.

Dia memang hanya berbincang-bincang saja, tidak ada kekerasan fisik ataupun penculikan seperti asumsi di awal. "Nggak ada (penculikan)," katanya.

 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait