#doktor#unila#humaniora#beritalampung

FEB Unila Kembali Lahirkan Doktor Ilmu Ekonomi

FEB Unila Kembali Lahirkan Doktor Ilmu Ekonomi
Sally Salaman usai sidang promosi doktoral di Aula Gedung Paskasarjana FEN Unila. Lampost.co/Umar Robani


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila menambah satu doktor dibidang Ilmu Ekonomi, Selasa, 22 Oktober 2019. Mahasiswa yang baru saja meraih gelar dalam pendidikan S3 itu ialah Sally Salamah.

Wakil Dekan III Bidang Akademik dan Kerja Sama, Mahrinasari mengatakan dengan gelar doktor yang baru saja disandang, mahasiswanya bisa lebih mengaktualisasikan diri dengan menambah keilmuan yang baru sebagai keahlian. Pihaknya berharap, aktualisasi tersebut tidak hanya berhenti sampai di sini, sebab ilmu terus berkembang terlebih dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

"Dari FEB berharap, saudara promovendus dapat memberikan banyak kontribusi lebih melalui berbagai riset dan kajian-kajian. Hasil riset tersebut dapat dalam bentuk pengabdian-pengabdian kepada masyarakat, lingkungan kerja, maupun negara," kata Mahrinasari, di Gedung Paskasarjana FEB Unila.

Ia juga berharap, mahasiswa pascasarjana yang berhasil meraih gelar doktor bisa memberikan kontribusi bagi pengembagan FEB. Bahkan ia harus mampu memberikan kontribusinya bagi bangsa sesuai disiplin ilmunya.

pihaknya juga mengharapkan kontribusi untuk pengembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta bidang lainnya di Indonesia yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. "Indonesia dengan bangga bisa mendapatkan sumber daya manusia yang terbaik dan diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat terutama di bidang manufaktur. Kami juga menunggu kontribusi para alumni untuk pengembangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila," tuturnya.

Sementara, promovendus Sally Salamah, dari hasil disertasi doktorolnya di bidang manufaktur, pemerintah harus memberi perhatian pada sub sektor industri.

"Jadi tidak bisa secara global saja, tetapi juga sub-sub sektornya juga dimungkinkan untuk diberikan kebijakan-kebijakan tertentu,"ucap wanita yang menjabat sebagai Kepala Pusdiklatwas BPKP di Jakarta.

Ia menambahkan, topik disertasi yang ia kerjakan berlatar belakang bagaimana kita melihat energi di Indonesia sangat langka dan belum efisien dalam penggunaannya. Sehingga, dirinya tertarik untuk mengambil topik tersebut. "Dan sekarang sedang banyak dikembangkan energi terbarukan, dan Indonesia sudah seharusnya sudah sampai mengarah ke sana. Jangan menunggu-menunggu energi terbarukan mahal atau tidak, tetapi memang itu sudah wajib dilakukan Pemerintah Indonesia menggunakan energi terbarukan," katanya.

EDITOR

Umar Robani

loading...




Komentar


Berita Terkait