#medsos

Facebook dan Instagram Ujicoba Verified Berbayar

Facebook dan Instagram Ujicoba Verified Berbayar
Facebook. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Centang biru alias verified account menjadi daya tarik di beberapa media sosial karena menandakan akun tersebut asli dan bisa dipercaya, memiliki banyak follower dan interaksi media, serta banyak lagi yang menguntungkan pemilik akun.
Sebelumnya Twitter mengumumkan program berbayar untuk mendapatkan centang biru dengan nama Twitter Blue. Kini Meta atau yang sebelumnya bernama Facebook Inc mengumumkan layanan serupa untuk Facebook dan Instagram.
Layanan berbayar itu tentu saja tidak murah karena harus berbayar setiap bulan. Kabar itu diumumkan langsung Mark Zuckerberg selaku bos besar dan pendiri Facebook. Dia memberikan nama Meta Verified.
“Meta Verified adalah layanan berlangganan untuk Anda melakukan verifikasi akun bermodalkan identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah,” tulis Zuckerberg lewat akun Facebook resminya.
“Kalian bisa mendapatkan badge biru, tambahan perlindungan dari akun yang berpura-pura menjadi Anda, dan akses prioritas ke customer support kami. Layanan ini meningkatkan autentikasi dan keamanan di seluruh platform kami,” jelasnya.

BACA JUGA: Menguntungkan Content Creator, Instagram Bakal Rilis Fitur Berbayar

Layanan Meta Verified akan dibanderol dengan harga USD12 atau kisaran Rp181 ribu di web dan USD15 atau Rp227 ribu untuk iOS. Semuanya biaya langganan per bulan. Saat ini fitur tersebut baru disediakan untuk Australia dan Selandia Baru.
Di sisi lain fitur itu tidak sepenuhnya mempermudah proses verifikasi yang sebelumnya bergantung pada tim moderasi sang media sosial. Twitter misalnya, sempat menunda proses verifikasi pada November 2022 akibat banyak akun palsu yang menggunakan layanan berbayar tersebut.
Makanya Facebook dan Instagram dinilai lebih baik karena Zuckerberg tetap mewajibkan syarat untuk memberikan identitas resmi dan asli yang diakui pemerintah setempat untuk bisa menggunakan verifikasi berbayar.
Elon Musk menjadi orang yang pertama mencetuskan verifikasi berbayar sebagai model bisnis baru. Misinya untuk memberantas akun palsu (bot) dan misinformasi termasuk menjadi pendapatan bagi Twitter.
Meta sendiri pada November lalu baru saja melakukan layoff alias PHK ke lebih dari 11.000 pekerja. Hal itu akibat efisiensi finansial perusahaan setelah di masa pandemi covid-19 terlalu banyak berinvestasi, salah satunya melakukan rekrutmen besar-besaran.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait