#galianc#pertambangan#beritalampung

Evaluasi Bekas Galian Tambang Agar Tak Memakan Korban

Evaluasi Bekas Galian Tambang Agar Tak Memakan Korban
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Lampung, Qudrotul Ikhwan. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Peristiwa tewasnya tiga bocah warga Kampung Kecapi, Campangraya, Bandar Lampung akibat tenggelam di bekas galian tambang batu di Jalan Pangeran Tirtayasa, Campangraya, Sukabumi, Selasa, 23 Juni 2020, menjadi sorotan banyak pihak. 

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyoroti dan prihatin atas persoalan tersebut yang menimpa ketiga bocah yang tenggelam yakni Iman (12), Putra (12), dan Novan (10). Evaluasi terhadap bekas galian tambang tersebut juga dilakukan agar tidak kembali memakan korban.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Lampung Qudrotul Ikhwan mengatakan bahwa kejadian yang memakan korban tersebut merupakan teguran agar semua pihak mawas diri.

"Ini soal pengawasan. Di izin itu kan ada syarat, pascatambang itu kan harus mengembalikan seperti sediakala. Wajib itu. Dilakukan pemagaran keliling. Ini kan ada syarat-syarat di lapangan," katanya di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 25 Juni 2020.

Dia mengatakan bahwa untuk proses izinnya pun harus di evaluasi. Apalagi sampai memakan korban yang meninggal. "Pihak-pihak terkait membuat kajian. Kalau perlu, pada tingkat tertentu kita lakukan peringatan-peringatan, kemudian kita cabut izinnya," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait