#refleksi#EvaDwiana

Eva Tidak Sendirian!

Eva Tidak Sendirian!
Pintu masuk Kota Bandar Lampung. Dok. Lampost.co


SEJARAH menulis Mahabharata. Banyak tokoh yang berperan dalam kisah perang Bharatayudha. Adalah Srikandi, putri kedua Prabu Drupada. Meski perempuan, dia wonder woman pada masanya—menyukai ilmu kanuragan. Dengan keahlian memanah. Perang berkecamuk, panahnya menewaskan Bisma, seorang senapati Kurawa.

Kini tokoh-tokoh perempuan yang kuat selalu dipanggil Srikandi. Lampung memiliki banyak srikandi, yakni Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, kini wakil gubernur Lampung. Menyusul Winarti, dipilih rakyatnya menjadi bupati Tulangbawang setelah itu Dewi Handjani, bupati Tanggamus.

Tidak ketinggalan Eva Dwiana. Jalan terjal dan berliku. Hujan serta panas selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 memilih Eva menjadi wali kota pertama untuk Bandar Lampung. Dia resmi dilantik Gubernur Arinal Djunaidi atas nama menteri dalam negeri pada Jumat (26/2).

Banyak harapan dari masyarakat agar Eva lebih kuat dan mandiri untuk menata Bandar Lampung menyulap jadi kota yang ramah dalam segala hal, cantik, serta nyaman. “Masukan dari media sangat penting,” kata Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana ketika menerima pimpinan Media Group News di ruang kerjanya, Kamis (25/3).

Banyak program yang akan dilakukan Wali Kota, antara lain gerebek sungai agar Bandar Lampung tidak lagi terpa banjir. Bahkan, Arinal memberikan sejumlah fasilitas dan ruang publik kepada Pemkot. Sehingga Kota Seribu Tapis ini menjadi sejuk dari tangan dingin seorang wali kota perempuan.

Aset Provinsi Lampung yang diserahkan pengelolaannya ke Pemkot Bandar Lampung adalah Stadion Pahoman, Taman Gajah, serta fasilitas ruang terbuka hijau untuk rekreasi serta olahraga. Aset itu diharapkan berfungsi lebih maksimal sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada publik.

Arinal berharap pembangunan Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi harus maksimal. Pengelolaan sampah, transportasi, penanganan banjir juga diprioritaskan, kata Gubernur ketika menerima Wali Kota Eva dan Wakil Wali Kota Deddy Amarullah di Mahan Agung, Selasa (16/3) pagi.

Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan Eva dalam menggerakkan mesin pembangunan di Bandar Lampung. Eva bersama Deddy diberi amanah oleh Allah sub??nahu wa ta?la, Tuhan Yang Maha Esa untuk memimpin. Tetapi kedua anak bangsa terbaik itu harus didukung guna merealisasikan janji-janjinya selama kampanye pada Pilkada serentak 2020.

Perlu strategi menggerakkan geliat pembangunan Bandar Lampung yang berkelanjutan–bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Banyak persoalan yang dihadapi ibu kota Lampung ini. Dan Bumi Ruwa Jurai hari ini, sangat jauh berbeda dengan lima tahun lalu. Saat ini Kota Tapis Berseri ini banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati liburan akhir pekan.

Sejumlah tempat wisata pulau, pantai, pusat hiburan, dan hotel berbintang serta melati banyak disesaki kendaraan dari luar Lampung. Begitu pun pusat oleh-oleh dan kuliner–pengunjung antrean ingin membayar belanja di kasir. Saatnya, Kota Bandar Lampung berbenah, mempercantik diri, juga memberikan rasa nyaman sehingga wisatawan akan kembali ke Lampung!

***

Wali Kota Eva Dwiana tidak sendirian. Gubernur Arinal Djunaidi juga tidak sendirian membangun Tanah Lada ini. Rakyat akan mengawal dalam setiap proses pembangunan. Negara hadir memberikan pelayanan purna kepada masyarakat. Jika dikelola dan bersinergi, Bandar Lampung tidak akan kalah indahnya dan nyaman dari Kota Surabaya, Bandung juga Manado.

Kewenangan sudah diberikan kepada Pemkot Bandar Lampung; penataan pasar serta kawasan wisata. Kemudian, diorama sejarah Bandar Lampung, bicycle track (jalur sepeda), dan walking ground (jalur pejalan kaki), serta program kerakyatan lainnya. “Dukungan kuat Gubernur itu untuk bersama-sama menata kota, sehingga Bandar Lampung lebih baik lagi,” kata Eva.

Harapan Bandar Lampung menjadi kota terbaik di wilayah Sumatera dan Indonesia karena keindahan alam dan santunnya warga kota akan menguji kepiawaian Eva-Deddy dalam menata pembangunan. Eva sebagai srikandi kota ini diharapkan mampu tampil terbaik dalam segala hal.

Eva tidak perlu jemawa. Dia meminta masukan tokoh agama, masyarakat, kampus, dan media. Srikandi ini perlu diingatkan agar tidak terlena dengan praktik korupsi, kemilauan harta yang membawa jurang malapetaka. Eva ingin membuktikan kemampuannya walaupun sangat sulit ia lalui. Terkadang sejumlah pekerjaan lelaki, akan ia lakukan demi rakyatnya.

Dalam sejarah pewayangan, tokoh Srikandi mengajarkan untuk lebih tegas dan berani. Tegas untuk menegakkan kebenaran. Berani melakukan untuk kepentingan rakyat. Itu juga perlu diasah kemandirian–yang selama ini Eva sudah ditempa mendampingi suaminya–Herman HN sebagai wali kota selama 10 tahun, serta berkiprah sebagai anggota parlemen.

Tidak cukup itu, Eva perlu juga tampil cantik. Sebagai perempuan seperti tokoh pewayangan Dewi Wara Srikandi. Perempuan kuat ini dilukiskan sangat cantik dengan mata yang indah, serta hidung mancung, dan mulut yang seksi. Walaupun dia sosok yang kuat dan disegani oleh rakyat, Srikandi tetap menjaga kecantikannya.

Dengan modal itu pula, Srikandi berhasil menjadi teladan. Dan bukan  saja bagi perempuan tapi juga kaum lelaki. Tokoh wayang itu menjadi kuat dan berhati lembut serta penyayang. Dengan begitu, Kota Bandar Lampung dan juga Lampung nantinya mampu mengalahkan daerah lainnya di Indonesia. Lampung ini ada banyak srikandi yang memimpin kabupaten. Ini aset!

Srikandi pada zaman Nabi Muhammad saw juga mampu menginspirasi umat pada saat itu. Rasulullah menjadikan mereka sebagai penyejuk umat Islam seperti Shafiyyah binti Abdul Muthalib. Dia adalah bibi nabi yang peduli pada pendidikan anaknya. Putranya, Zubair bin Awwam, menjadi pahlawan Islam yang masuk daftar 10 orang sahabat yang dijanjikan surga.

Ada lagi srikandi bernama Khawla binti Al-Azwar, Nusaibah binti Ka’ab, Nailah binti al-Farafishah, dan Rabi’ah al-’Adawiyah. Mereka adalah sosok muslimah yang cerdas, berjuang bersama Rasulullah. Dan sosok lainnya Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq, Fathimah az-Zahra, Zainab binti Jahsy, Hafshah binti Umar, dan Ummu Kultsum binti Uqbah. Muslimah itu menjadi teladan keluarga dan masyarakat.  ***

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait