#BANDARLAMPUNG

Eva Dwiana Diberi Gelar Batin Mustika Cahya Marga oleh Kebandaran Marga Balak

Eva Dwiana Diberi Gelar Batin Mustika Cahya Marga oleh Kebandaran Marga Balak
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana diberi gelar Batin Mustika Cahya Marga oleh Kebandaran Marga Balak Telukbetung, Rabu, 28 Desember 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana diberi gelar Batin Mustika Cahya Marga oleh Kebandaran Marga Balak Telukbetung. Pemberian gelar dilakukan melalui acara Angkon Muakhi di Lamban Dalom Kebandaran Marga Balak, Rabu, 28 Desember 2022.

Pemberian gelar dilakukan oleh Punyimbang Kebandaran Marga Balak Telukbetung, Muhammad Yusuf Erdiansyah Putra gelar Gusti Pangeran Igama Ratu. Prosesi adat tersebut disaksikan oleh seluruh keluarga Kebandaran Marga Balak Telukbetung dan Forkopimda Bandar Lampung.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Yusuf Erdiansyah Putra menjelaskan, Batin Mustika Cahya Marga merupakan gelar tertinggi yang disematkan kepada perempuan dalam adat Marga Balak. Dengan menyandang gelar tersebut maka Eva Dwiana resmi menjadi keluarga Kebandaran Marga Balak.

"Saat ini Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana resmi menjadi bagian dari Kebandaran Marga Balak yang mesti didukung," kata dia saat menyampaikan sambutan.

Penyematan gelar tersebut, karena Eva Dwiana dianggap telah memberikan kontribusi bagi masyarakat Lampung. Selain berjasa bagi pembangunan, Eva juga disebut turut melestarikan budaya Lampung.

Sementara itu, Eva Dwiana mengungkapkan, akan menjaga kehormatan gelar yang telah diberikan. Hal itu akan dilakukan dengan memberikan kontribusi terbaiknya sebagai kepala daerah.

Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat dalam menjalankan program kerja. Ia berkomitmen untuk menjadikan Bandar Lampung masuk dalam 10 besar kota besar di Indonesia. "Mari kita bersama mendorong pembangunan di Kota Bandar Lampung ke depan menjadi lebih baik lagi," kata dia.

Eva juga berjanji untuk terlibat dalam menjaga tradisi dan budaya masyarakat Lampung. Menurutnya budaya dan tradisi adalah identitas yang menunjukkan eksistensi masyarakat daerah.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait