#pencabulan#kekerasanseksual

Etika, Moral, dan Agama Modal Perangi Asusila di Dunia Pendidikan

Etika, Moral, dan Agama Modal Perangi Asusila di Dunia Pendidikan
Pelecehan seksual. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Pendidikan, M. Thoha B. Sampoerna Jaya, menilai kekerasan seksual berangkat dari permasalahan komperhensif dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Hal itu perlu ditangani secara sinkronisasi antara pendidikan formal dan nonformal. Sebab, waktu belajar mahasiswa lebih banyak di keluarga dan lingkungan, dibandingkan kampus sebagai pendidikan formal.

“Tindakan asusila itu terjadi karena imbas dari pendidikan sebelumnya,” kata Thoha, Sabtu, 14 Januari 2023. 

Dia menjelaskan pendidikan etika, moral, dan agama saat ini bukan menjadi suatu hal yang penting dan kedudukannya terkesan hanya sebagai pelengkap. 

Hal itu terlihat pula dalam kurikulum Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang digagas Kemendikbudristek. Sistem pendidikan itu sangat sedikit berbicara penanaman nilai-nilai keagamaan dan etika.

Padahal pembekalan etika, moral dan agama menjadi dasar dalam membangun karakter di lingkup pendidikan. 

“Pendidikan agama dan etika di perguruan tinggi hanya satu semester dan hanya sebagai pelengkap,” katanya.

Padahal, pendidikan itu perlu kode etik tindakan asusila yang harus dibuat setiap perguruan tinggi.

Kode etik itu harus dilaksanakan secara konsisten sebagai dasar hukum dan memiliki aturan tertulis yang bersifat mengikat bagi seluruh warga kampus, baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait