#suap#jualbelijabatan#kpu#bawaslu

Esti Nur Fatonah Jalani Sidang Etik Kasus Jual Beli Kursi KPU

( kata)
Esti Nur Fatonah Jalani Sidang Etik Kasus Jual Beli Kursi KPU
DKPP menggelar sidak kode etik terkait kasus dugaan mahar calon anggota KPU Tulangbawang Kamis, 19 Desember 2019. Lampost.co/Tiyasz Ariansyah


Bandar Lampung (Lampost.co): Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Lampung menggelar sidak kode etik terkait kasus dugaan suap jual beli kursi jabatan anggota KPU Tulangbawang yang melibatkan anggota KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah di ruang sidang Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Kamis, 19 Desember 2019.

Pada sidang itu seluruh saksi pelapor menghadiri sidang, termasuk Esti Nur Fathonah sebagai terlapor.

Saksi pelapor, Gentur Sumedi, dalam kesaksiannya menceritakan kronologis dan berulang kali mengucapkan nama Lilis Pujiati sebagai orang yang berkomunikasi langsung dan menawarkan bantuan untuk meloloskan nama istrinya Fiza Yelisanti sebagai calon anggota KPU Tulangbawang dengan syarat memberikan uang sebesar Rp150 juta.

Gentur menjelaskan dirinya bertemu dengan Lilis Pujiati di kamar 7010 Swiss Belhotel. Di kamar tersebut ada pula anggota KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah.

Gentur ditawarkan bantuan untuk meloloskan nama istrinya Fiza Yelisanti sebagai calon anggota KPU Tulangbawang dengan syarat memberikan uang sebesar Rp150 juta.

Kemudian pada 4 November 2019, Gentur menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada Lilis Pujiati dengan transaksi dilakukan didalam mobil milik rekan Gentur disertai pembuatan kwitansi pembayaran di parkiran Hotel Horison.

Saat itu Gentur untuk merekam seluruh aktivitas pertemuan dengan Lilis Pujiati.

"Setelah tersebar rekaman itu, Lilis telepon dan bilang uang saya akan dikembalikan dengan syarat saya diminta meredam Pak Budiyono (pelapor) tentang penyebaran rekaman suara dan video, serta menghapus semua rekaman. Lilis pun menelepon istri saya," kata Gentur kepada majelis sidang.

Salah seorang majelis sidang menyoroti hubungan terlapor Esti Nur Fathonah dan Fiza Yelisanti yang merupakan teman sejak beberapa tahun, namun didalam keterangan sidang Esti mengatakan tidak mengenal saudara Gentur.

"Saudari mengatakan tidak mengenal saudara Gentur, tapi kenapa ketika saudara Gentur datang ke hotel anda persilahkan masuk ke dalam kamar," ujar majelis.

Esti pun mengaku pernah satu kali menumpang mobil Gentur dan mengetahui bahwa Gentur adalah suami dari Fiza Yelisanti yang mencalonkan diri sebagai anggota KPU Tulangbawang.

Usai sidang Esti menyapa awak media dan mengatakan "Tadi sudah dengar semua kan ya, tidak ada kaitan saya sama sekali, saya merasa hanya diseret-seret saja kedalam persoalan ini," ujar Esti.

Kuasa hukum pelapor Chandra Muliawan mengatakan dalam sidang kode etik ini, DKPP tidak terlalu kesulitan membuktikan keterlibatan Esti terhadap pelanggaran kode etik.

"Namun untuk wilayah pidana, tentu kita akan buktikan mana bukti transaksinya. Kita sudah menyediakan alat bukti dari P1 sampai P11," kata Chandra.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait