#gununganakkrakatau#gak#erupsi

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lampung Naik ke Level Siaga

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lampung Naik ke Level Siaga
Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu, 22 April 2022. Dok Kemen ESDM


Kalianda (Lampost.co) -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi level III atau siaga. Penaikan level ini ditimbang dari peningkatan aktivitas yang terjadi dalam tiga pekan terakhir.


Petugas Pos Pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Suwarno menjelaskan, peningkatan status ini mengacu Surat Kementerian ESDM Nomor 184. Lap/GL.05/BGL/2022 per Minggu, 24 April 2022.

"Penetapan status menjadi level III berlaku hari ini pukul 18.00," kata Suwarno, Minggu, 24 April 2022.

Baca: Anak Krakatau Dua Kali Meletus, Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter

 

Menurut dia, dari hasil evaluasi menjelaskan, GAK masih dalam tahap erupsi dengan perubahan semula dominan abu menjadi tipe strombolian yang menghasilkan larva pijar.

Sepekan kemudian, teramati larva mengalir dan masuk ke laut, yakni pada Sabtu, 23 April 2022, sekitar pukul 12.19 WIB. Hasil estimasi energi seismik saat ini terjadi peningkatan tajam bersamaan dengan membesarnya amplitudo tremor terus-menerus seiring aktivitas erupsi yang kian intens.

"Peningkatan ini diikuti pula dengan hasil pengukuran deformasi yang menunjukkan fluktuasi pola inflasi dan deflasi," katanya.

Data emisi S0² berdasarkan pantauan satelit Semtinel 5 (Tropomi) menunjukkan emisi S0² mulai teramati pada 14 April 2022 dengan SO² sebesar 28,4 ton/hari, 15 April 2022 sebesar 68,4 ton/hari, 17 April 2022 semakin meningkat sebesar 181,1 ton/hari, dan pada 23 April 2022 melonjak drastis menjadi 9.219 ton/hari.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. 

"Jangan panik, tetapi jangan mendekati kawah dalam radius lima kilometer," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait