#Kesehatan#VirusKorona

Erick Thohir Tolak Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19

( kata)
Erick Thohir Tolak Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: MI/ Pius Erlangga

Jakarta (Lampost.co) -- Menteri BUMN Erick Thohir menolak menjadi relawan dalam uji coba vaksin covid-19. Uji coba vaksin yang tengah diproduksi oleh PT Bio Farma itu akan diprioritaskan bagi masyarakat awam bukan pejabat negara.

"Enggak etis kalau saya, bukan karena saya takut disuntik, kayaknya sebagai Menteri BUMN ya disuntiknya agak belakangan, kalau rakyatnya sudah disuntik, baru kita. Masa kita disuntik duluan," kata Erick dalam bincang virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.

Meski demikian, Erick menjamin uji coba tersebut sangat aman dan masuk kategori produk halal walau pengembangannya menggandeng perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd.

"Pencarian relawan akan terkumpul di bulan ini, sehingga pada September bisa diujicobakan," ungkap dia.

Adapun pemerintah membutuhkan dana sebesar USD4,5 miliar atau sekitar Rp65,2 triliun (asumsi kurs Rp14.500/USD) untuk memproduksi vaksin bagi 160 juta sampai 190 juta penduduk Indonesia.

Saat ini Bio Farma telah memproduksi sebanyak 100 juta vaksin. Namun jumlah tersebut, kata Erick, tidak cukup jika dihitung dari jumlah penduduk Indonesia yang diharuskan mendapat suntikan vaksin sebanyak dua kali. Karena itu, produksi vaksin akan ditingkatkan menjadi 250 juta hingga akhir tahun.

"Paling tidak cukup. Adacost-nya membangun 150 juta tambahan itu Rp1,3 triliun," tutur dia.

Erick menambahkan ketimpangan antara kebutuhan dan jumlah vaksin yang diproduksi Bio Farma, dapat ditutup oleh swasta. Namun produk vaksin tersebut tidak bisa sembarang dijual alias harus mendapatkan izin dari pemerintah.

"Saya rasa kalau dibebaskan nanti si kaya dan si miskin ada lagi dong, Nanti yang kaya duluan pada disuntik karena pada bayar duluan. Kan enggak bisa seperti itu," pungkas Erick.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar