#bumn#ekbis

Erick Thohir Pangkas dan Sisakan 41 BUMN

Erick Thohir Pangkas dan Sisakan 41 BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memangkas jumlah perusahaan BUMN dari 143 menjadi 41. Pemangkasan jumlah perusahaan ini dilakukan agar kinerja BUMN bisa lebih optimal.

Ia menjelaskan, sejak 2008 ada perusahaan BUMN yang sudah tidak beroperasi. Dengan kondisi yang seperti ini, Erick menyebut, harus ada upaya nyata dengan menutup BUMN yang sudah tidak beroperasi.

"Ada perusahaan yang tidak operasi, mau diapain, mau jadi pajangan, kan enggak. Kami harus lakukan. Hal-hal seperti ini yang kami coba lakukan," kata dia dalam Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Baca juga: Erick Thohir Minta Restu Jokowi Tutup 7 BUMN

Meski begitu, Erick mengatakan, pengurangan BUMN ini tidak melewati kewenangan dari Komite Privatisasi BUMN. Apalagi ia menjanjikan perusahaan BUMN lain juga akan tetap membantu konsolidasi ini.

"Karena kan BUMN ini milik negara, milik rakyat. Jadi enggak bisa saya melakukan seenak saja tapi kalau menutup, memerger, saya rasa bukan suatu yang muluk-muluk dan itu kami saling bantu kok," ungkapnya.

Meskipun sudah memangkas jumlah BUMN menjadi 41 perusahaan, Erick tetap melakukan penggabungan. Upaya merger ini juga dilakukan agar kinerja dari para BUMN ini bisa semakin maksimal.

"Sekarang kalau dikonsolidasikan sudah 41 tapi di dalam 41 itu di dalam ada puluhan yang mulai kita digabung-gabungkan. Jadi kita coba lakukan. Kita lakukan perbaikan di sana sini," pungkas dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait