#dbd

Epidemiolog: Perlu Peran Masyarakat Cegah Kasus DBD

Epidemiolog: Perlu Peran Masyarakat Cegah Kasus DBD
Nyamuk pembawa demam berdarah. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua PAEI Lampung Ismen Mukhtar mengatakan masyarakat perlu terlibat dalam pencegahan kenaikan kasus DBD menjelang musim hujan. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab DBD banyak berkembang biak.

Menurutnya, perlu ada tokoh masyarakat yang bisa mengajak orang-orang peduli kebersihan khususnya di lingkungan terkecil seperti RT-RW. Sebab, tokoh seperti pamong, ketua RT, atau kepala lingkungan sebagai orang-orang yang dekat dengan masyarakat.

"Ini peran dari tokoh-tokoh masyarakat untuk mengajak peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing," kata dia, Minggu, 7 November 2021.

Epidemiologi itu menjelaskan penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) sangat rawan terjadi di wilayah perkotaan. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air yang jernih baik di tampungan air dalam rumah maupun barang-barang bekas yang digenangi air sekitar rumah.

Di wilayah perkotaan biasanya banyak barang-barang di sekitar lingkungan tempat tinggal yang bisa menampung air. Kemudian, ketika datang musim hujan barang-barang tersebut terisi air dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Nyamuk ini sangat aktif di siang hari, jadi sebenarnya ia cukup agresif menggigit terlebih di wilayah padat penduduk," ungkapnya.

Dengan begitu, lanjutnya, peran masyarakat sangat mempengaruhi upaya pencegahan. Nyamuk Aedes Aegypti bisa terbang hingga jarak 100 meter, sehingga tidak bisa hanya disadari secara individu.

Ia mengatakan, fogging menjadi upaya terakhir jika terjadi peningkatan kasus. Bahkan, hal itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Untuk itu menjaga kebersihan lingkungan adalah upaya yang paling efektif.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait