#Covid-19#idulfitri

Epidemiolog Minta Pemerintah Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Epidemiolog Minta Pemerintah Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Jakarta (Lampost.co) -- Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi ada lonjakan kasus covid-19 usai Lebaran. Pemerintah pun diimbau siap siaga untuk mengantisipasi ancaman 'tsunami' covid-19.
 
"Iya harus sudah diantisipasi bahwa akan terjadi lonjakan yang cukup besar, jadi tinggal siap-siap saja, rumah sakit disiapkan, tempat-tempat pemakaman disiapkan," kata Pandu, Selasa, 11 Mei 2021.

Baca: Malaysia Lockdown Lagi


 
Pandu menuturkan meskipun mudik dilarang, namun ternyata warga tidak bisa dilarang mudik. Buktinya, masih ada yang bisa lolos mudik.

Ia menekankan, semua pihak, termasuk masyarakat, harus bekerja sama dalam pengendalian covid-19 dengan tidak melakukan mobilitas tinggi, tidak mudik, dan tidak berkerumun. Masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan semakin disiplin.
  
Pandu menuturkan lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di sejumlah provinsi bukan lagi sekadar alarm. Tapi, harus bersiap untuk kemungkinan kondisi yang lebih buruk ke depannya akibat peningkatan kasus covid-19.
 
Menurut dia, Indonesia hanya tinggal menunggu giliran akan mengalami tsunami covid-19. Beberapa negara di dunia sudah mengalami lonjakan kasus signifikan.
 
"Ini bukan alarm, kita harus siap siaga semua negara sudah mengalami lonjakan. Malaysia sudah, Thailand sudah, kan tinggal sebentar lagi Indonesia, tinggal tunggu giliran dari India terus negara tetangganya Nepal, Bangladesh, Malaysia, Thailand, nah Indonesia ini sebentar lagi habis Lebaran ya kita siap-siap," ujarnya.
 
Pandu mengatakan kesiapsiagaan itu berupa penanganan covid-19 terutama dari segi medis dan 3T (testing, tracing, treatment). Rumah sakit, alat-alat kesehatan, tempat tidur, tabung oksigen dan sebagainya. ini harus benar-benar disiapkan agar tidak terjadi kekurangan saat lonjakan kasus terjadi.
 
Ia mengungkapkan, ancaman yang terjadi adalah lonjakan kasus secara bersamaan yang ketika itu terjadi, maka fasilitas kesehatan di daerah-daerah tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah mengantisipasi penanganan covid-19 dari segi kesiapan medisnya.
 
"Persiapan semuanya, kalau perlu oksigen juga dipersiapkan, jangan sampai kekurangan oksigen, orang kan butuh nafas, kalau sudah kena covid-19 berat itu sesak nafas," ujarnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait