#Covid-19#Lampung

Epidemiolog Lampung: Belajar dari Pengalaman untuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Epidemiolog Lampung: Belajar dari Pengalaman untuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
Petugas ber-APD lengkap menyiapkan tempat tidur pasien saat gelombang kedua covud-19 pada Juni-Agustus 2021 lalu. Antara/Arif Firmansyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masa libur akhir tahun 2020 lalu memicu kenaikan kasus signifikan dan menjadi pandemi covid-19 gelombang pertama. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Lampung, tercatat ada 3.638 kasus baru di Januari dan 2.526 kasus baru pada Februari.

Jumlah itu menjadi yang tertinggi sebelum terjadinya gelombang 2 pandemi covid-19 pada Agustus 2021.

Epidemiolog Lampung, Ismen Mukhtar mengatakan, pengalaman tersebut mesti dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Salah satu kenaikan kasus pada awal tahun ini adalah tingginya mobilitas masyarakat. 

"Jadi lebih baik mengurangi keluar rumah, kalaupun harus keluar wajib menggunakan protokol kesehatan, khususnya memakai masker, itu penting," ungkap Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung tersebut, Rabu, 24 November 2021.

Baca: Pemerintah Susun 4 Langkah Pandemi menjadi Endemi Covid-19

 

Ia meminta masyarakat dan pemerintah agar tidak terlena dengan penurunan kasus yang terjadi saat ini. Menurutnya, penurunan kasus covid-terjadi karena banyak masyarakat yang terinveksi pada gelombang kedua lalu. 

Hal itu membuat masyarakat memiliki antibodi yang kuat sehingga tidak mudah tertular. Namun, antibodi tersebut bisa kembali turun dalam beberapa waktu.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi demi memperkuat antibodi. Meski tidak mencegah penularan, vaksin bisa mengurangi resiko gejala berat saat terinfeksi.

"Untuk membentuk herd imunity, vaksinasi harus dilakukan dengan cepat dan merata. Jika tidak, antibodi dalam tubuh akan menurun dan hanya akan membentuk kekebalan secara individu," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait