#Teroris#JAD#Radikalisme#Jakarta#JawaTimur

Enam Teroris yang Tertangkap di Jatim Jaringan JAD

Enam Teroris yang Tertangkap di Jatim Jaringan JAD
Teroris. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

JAKARTA (Lampost.co): Enam terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 di Jawa Timur (Jatim) masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka berinisial HS, BL, KJW, S, IPS, dan YT.

"Penangkapan berawal pada Kamis, 22 Agustus 2019 atas HS alias Abu Zufar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019.

HS diringkus di Dusun Batu Lengger, Desa Bira Tengah, Sukobana, Sampang, pukul 15.06 WIB. BL lalu ditangkap di Jalan Raya Belimbing, Desa Belimbing, Paciran, Lamongan, pukul 18.20 WIB. Mereka menjadi pimpinan JAD di daerahnya.

"HS sebagai amir JAD Madura dan BL sebagai amir JAD Lamongan," ujar Dedi.

Pada Jumat, 23 Agustus 2019, KJW, S, dan IPS, dibekuk di Blitar. Mereka adalah anggota kelompok JAD Blitar. "Pimpinannya berinisial L alias Goper yang sudah ditangkap sebelumnya pada 3 Agustus 2018," ucap Dedi.

Jenderal bintang satu itu mengungkap S telah mengikuti tiga pelatihan militer pada 2015-2017. Sementara itu, IPS pernah merencanakan aksi teror pos polisi di Karanglo, Malang.

"Terakhir, penangkapan untuk Sabtu, 24 Agustus 2019, aparat Densus 88 menangkap YT alias Nukud. Dia ditangkap di Desa Kincang Wetan, Madiun," lanjut Dedi.

YT adalah tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Dewi Barat, Magetan Jawa Timur. Dia termasuk jaringan JAD Al-Isbaqiah.

EDITOR

Medcom.id

loading...

Berita Terkait

Komentar