#ASN

Enam Saksi Termohon di Sidang TSM Pilkada Bandar Lampung Dilaporkan ke KASN

Enam Saksi Termohon di Sidang TSM Pilkada Bandar Lampung Dilaporkan ke KASN
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bandar Lampung, Yahnu Wiguno Sanyoto. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak enam Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandar Lampung dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat melalui Bawaslu Provinsi Lampung ke Komisi ASN.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Bandar Lampung, Yahnu Wiguno Sanyoto, mengatakan ASN tersebut dilaporkan ke KASN pada Senin, 18 Januari lalu lantaran menjadi saksi terlapor pasangan calon (paslon) 3 Pilkada Bandar Lampung Eva Dwiana-Deddy Amarullah pada sidang pelanggaran administasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) beberapa waktu lalu. 

“Mereka adalah, Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung Tole Dailami, Camat Kemiling Socrat Pringgodanu, Camat Kedamaian Anthoni Irawan, Camat Labuhan Ratu Tarsi Juliawan, Lurah Tanjung Baru Hendry Satria Jaya, dan Lurah Sukamenanti Ahmad Yudhistira,” kata Yahnu, Rabu, 20 Januari 2021.

Sementara, lanjutnya, ada satu lagi ASN yang terdaftar menjadi saksi yakni Lurah Kampung Baru Resis Patiwijaya, namun ia tidak hadir dalam sidang. 

"Jadi enam yang kita teruskan ke KASN melalui Bawaslu Provinsi Lampung karena menjadi saksi dari termohon pada persidangan TSM beberapa waktu lalu," ujarnya. 

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi, mereka hadir karena adanya surat perintah tugas sehingga mereka melaksanakan tugas dari atasan.

"Kalau bicara boleh atau tidak, kami bicara dengan Gakkumdu, ASN yang hadir jadi saksi itu diperbolehkan sepanjang mendapatkan perintah tugas dari atasan," kata dia. 

Atas hal tersebut, pihaknya melaporkan ke KASN agar lembaga tersebut yang memutuskan apakah itu termasuk pelanggaran atau bukan. Termasuk yang berwenang memberikan sanksi jika terbukti melanggar.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait