#viruskorona #covid-19 #vaksincovid-19

Empat Vaksin Covid-19 yang Diklaim Sukses dalam Pengembangan

Empat Vaksin Covid-19 yang Diklaim Sukses dalam Pengembangan
Vaksin amat dibutuhkan untuk mengatasi virus korona. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksin merupakan game changer atau pengubah arah untuk pandemi virus korona (Covid-19) sehingga berbagai perusahaan farmasi di dunia berlomba-lomba mengembangkannya. Dalam sebulan terakhir ini, beberapa vaksin yang tengah dikembangkan menunjukkan kemajuan pesat.

Para perusahaan farmasi yang mengembangkannya pun mengatakan vaksin mereka efektif bahkan hingga 95 persen. Perusahaan-perusahaan yang mengumumkan vaksin yang dikembangkan efektif antara lain Pfizer, Gamaleya Institute, Astrazeneca, dan terakhir ada Moderna. Dua di antaranya merupakan perusahaan farmasi raksasa milik Amerika Serikat.

Vaksin-vaksin ini diwacanakan akan siap didistribusikan ke publik awal tahun depan. 

Aman atau tidakkah vaksin-vaksin ini? Seberapa efektifnya mereka? Berikut Medcom.id merangkum vaksin yang diklaim efektif hingga 95 persen dari berbagai sumber:

1. AstraZeneca

Pada akhir Oktober lalu dilaporkan vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan Universitas Oxford, menghasilkan kekebalan pada orang tua dan muda. Produsen obat Inggris AstraZeneca mengatakan reaksi buruk dari vaksin mereka sangat rendah terhadap orang tua.

Financial Times melaporkan vaksin yang dikembangkan Oxford dan AstraZeneca memicu antibodi pelindung dan sel-T pada kelompok usia yang lebih tua.

Tes darah imunogenisitas yang dilakukan pada subset partisipan yang lebih tua menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan respons imun kuat pada sekelompok orang dewasa sehat berusia 18 hingga 55 tahun.

"Sangat menggembirakan melihat tanggapan imunogenisitas serupa antara orang dewasa yang lebih tua dan lebih muda dan reaktogenisitas lebih rendah pada orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun, di mana tingkat keparahan penyakit Covid-19 lebih tinggi pada orang dengan rentang usia itu," kata juru bicara AstraZeneca.

"Hasilnya, semakin membangun bukti untuk keamanan dan imunogenisitas AZD1222," katanya.

AstraZeneca yang mengembangkan vaksin dengan para peneliti dari Universitas Oxford, dipandang sebagai pelopor dalam perlombaan untuk menghasilkan vaksin guna melindungi dari virus korona.

Pada awal November, AstraZeneca memastikan kandidat vaksin yang dikembangkannya siap digunakan pada akhir Desember. Namun hingga saat ini, perusahaan masih menunggu persetujuan regulasi. Jika mendapatkan persetujuan, vaksinasi terhadap orang dapat dilakukan mulai Januari 2021.

2. Pfizer

Vaksin yang dikembangkan bersama Pfizer dan BioNTech dilaporkan 90 persen efektif mencegah infeksi virus Covid-19. Saat ini, vaksin tersebut dalam uji klinis fase ketiga.

Menurut temuan awal, perlindungan pada pasien dicapai tujuh hari setelah dosis kedua dan 28 hari setelah dosis pertama.

"Kumpulan hasil pertama dari uji coba vaksin Covid-19 fase 3 kami memberikan bukti awal tentang kemampuan kami untuk mencegah Covid-19," kata Ketua dan CEO Pfizer, Albert Bourla dalam pernyataan yang dilansir dari AFP.

"Kami selangkah lebih dekat dalam memberikan terobosan yang sangat dibutuhkan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk membantu mengakhiri krisis kesehatan global ini," ujarnya.

Dia menambahkan jika pihaknya telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan vaksin. Ia paham dunia sangat membutuhkan vaksin untuk bebas dari pandemi.

3.Gamaleya Institute (Sputnik V)

"Vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, memiliki tingkat efektivitas hingga lebih dari 90 persen," ucap seorang perwakilan dari Kementerian Kesehatan di Moskwa. Ia mengutip data program vaksinasi Sputnik V terhadap publik Rusia, bukan dari uji klinis yang berlangsung saat ini.

Rusia telah menggunakan Sputnik V kepada publik, termasuk anak dari Presiden Vladimir Putin.

"Kami bertanggung jawab dalam mengawasi efektivitas Sputnik V di kalangan masyarakat, yang telah menerimanya sebagai bagian dari program vaksinasi massa," kata Oksana Drapkina, direktur dari sebuah institut yang berada di bawah Kemenkes Rusia.

"Berdasarkan pengamatan kami, (efektivitas Sputnik V) ini juga lebih dari 90 persen. Kemunculan vaksin efektif lainnya tentu merupakan kabar baik bagi semua orang," kata dia, merujuk pada Pfizer, dikutip dari laman NDTV.

4. Moderna

Perusahaan farmasi AS, Moderna juga mengklaim vaksin yang mereka kembangkan telah menunjukkan hampir 95 persen efektif. Perusahaan mengklaimnya berdasarkan data awal mereka.

Dilansir dari BBC, perusahaan menggunakan pendekatan yang sangat inovatif dan eksperimental untuk merancang vaksin mereka.

"Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini hari yang luar biasa," ucap kepala petugas medis di Moderna, Tal Zaks.

Zaks menambahkan tampaknya vaksin tetap efektif bekerja bahkan di pasien dengan usia yang lebih tua. Namun, masih belum diketahui apakah vaksin tersebut hanya menghentikan keadaan pasien memburuk atau juga menghentikan penyebaran virus.

Sejauh ini tidak ada yang mengalami masalah keamanan dari vaksin. Namun, beberapa pasien mengaku mengalami kelelahan singkat, sakit kepala, dan nyeri usai diinjeksi.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait