#jalan#infrastruktur

Empat Titik Proyek Jalan di Natar Dilaporkan ke Kejati

Empat Titik Proyek Jalan di Natar Dilaporkan ke Kejati
Foto. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pergerakan Masyarakat Anti-Korupsi Provinsi Lampung melaporkan proyek jalan di Natar ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat. Hasil pembangunan di 2021 tersebut dinilai tidak berkualitas, dan kondisinya sudah hancur.


Setidaknya ada empat titik pembangunan jalan dengan anggaran lebih dari Rp5 miliar di Natar telah dilakukan pengecekan, dan telah dilaporkan ke Dinas PU dan Kejaksaan Tinggi Lampung.

"Kami turun langsung ke lapangan, proyek itu aspalnya masih hitam dibangun 2021 masih ada papan pengumumannya. Andai ada yang mau turun, kami siap menunjukkan lokasinya. Kami sebut proyek ini abal-abal," kata Sekretaris Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi Lampung, Andri Saputra, Rabu, 25 Mei 2022.

Menurut Andri, pihaknya melakukan pengecekan lantaran banyaknya proyek Infrastruktur di Natar tidak baik secara kualitas berdasarkan laporan dari masyarakat. Setelah melihat fakta di lapangan bahwa betul jalan yang dibangun itu buruk dari segi apa pun.

"Mari kita cek secara bersama-sama proyek di Desa Waisari atau di Kalisari, apakah itu sesuai dengan kualitas," katanya.

Ia menilai wajar jika jalan di Natar tidak bertahan lama, karena kualitas pembangunan tidak baik sejak dari awal. "Kami yakin jika instansi Kejati menggunakan hati nuraninya untuk warga di desa pasti ditindak lanjuti, karena ini sudah fatal," ungkapnya.

Lebih lanjut Andri mengatakan, jika laporan kepada kedua instansi itu tidak ditindak lanjuti pihaknya sudah mempersiapkan laporan ke Kejaksaan Agung. "Kalau tidak dilaporkan saya yakin proyek di kecamatan ini bahkan di daerah lain pasti seperti ini lagi," kata dia.

Terpisah, warga Kecamatan Natar, Putra (33) mengatakan, selain banyaknya proyek gagal di Natar, warga meminta pemda lebih memprioritaskan jalan yang belum pernah dibangun di kecamatan.

"Malu sebetulnya, Lamsel ini termasuk kabupaten tertua di Lampung tapi jalannya banyak rusak," kata dia.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait