#Bencana#kebakaran

Empat Rumah Warga Way Tenong Terbakar

Empat Rumah Warga Way Tenong Terbakar
Empat unit rumah warga di Pemangku Sedayu, Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Sabtu 14 Nopember 2020, terbakar.


LIWA (Lampost.co) -- Empat unit rumah warga di Pemangku Sedayu, Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Sabtu 14 Nopember 2020, terbakar. Satu diantaranya rata dengan tanah.

Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Namun, jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta. Api diduga akibat konsliting listrik dari salahsatu rumah kontrakan tiga pintu.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Way Tenong, Edwar, mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 07:30. Empat unit rumah yang terbakar itu terdiri dari satu unit rumah kontrakan (bedengan) tiga pintu milik Satono. Kemudian tiga unit lainya adalah milik Rudi (50), Megi (45), dan Abdul (40).

Menurut keterangan sejumlah warga, kata dia, api bermula muncul dari rumah Satono yaitu dari salahsatu rumah kontrakan. Saat itu ada warga tiba-tiba melihat ada kepulan asap yang disertai dengan kobaran api. Api begitu cepat membesar.

Kemudian karena jarak rumah berdekatan, api lalu merembet ke rumah dua lantai milik Rudi (50), yang tepat disebelahnya. Akibatnya lantai bagian atas rumah Rudi habis terbakar.

Lalu api juga meluas ke sebelah selatan yang juga membakar satu unit rumah milik Megi (45,) yang mengakibatkan dinding dan sebagian atapnya juga terbakar. Sementara disebelah baratnya api juga melalap sebagian atap rumah milik Abdul (40).

Pihaknya begitu mendapat laporan, kata dia, langsung menuju lokasi. Selain dari UPT Way Tenong, upaya pemadaman juga dibantu dari unit Damkar Sumberjaya. Namun karena jalanya kecil, upaya menuju lokasi tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Di lokasi kata dia, masyarakat juga sudah ramai bergotongroyong melakukan pemadaman. Upaya pemadaman dilakukan pihaknya dengan dibantu dari Damkar unit Sumberjaya dan masyarakat.

Api berhasil padam sekitar selama satu jam kemudian. Satu rumah kontrakan tiga pintu habis rata dengan tanah karena sebagian besar bangunan terdiri dari kayu.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait