pilkatipilkades

Empat Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Tubaba

Empat Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Tubaba
Proses penghitungan pilkati serentak di tiyuh Panaragan berlangsung hingga pukul 22.20 wib. Lampost.co/Merwan


PANARAGAN (Lampost.co) -- Empat petahana dalam Pemilihan kepala tiyuh atau kepala desa (pilkades) serentak di lima tiyuh di Tulangbawang Barat (Tubaba) tumbang. Pilkati yang digelar, Rabu, 16 Desember 2020, itu mendapat pengawasan langsung dari tim Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, penghitungan di Tiyuh Panaragan dan Mulyo Kencono berlangsung hingga pukul 22.20 wib.

Keempat petahana yang kalah, yakni Zaibun mantan Kepala Tiyuh Panaragan, Tulangbawang Tengah; Sahlan, mantan kepala Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Tulangbawang Udik; Wirdani mantan kepala Tiyuh Penumangan Baru, Tulangbawang Tengah; dan Anton mantan kepala Tiyuh Bangunjaya, Gunungagung.

Laili ditetapkan sebagai calon terpilih di pilkati Gunungkatun Tanjungan dengan meraih 327 suara dengan mengalahkan empat calon lainnya, yakni Sahlan (292 suara), Yusuf (169), Suardi (155) dan Juanda hanya memperoleh 87 suara.

Sedangkan, di Penumangan Baru, dari empat calon, Kamso ditetapkan sebagai calon terpilih dengan meraih 1.042 suara. Sedangkan di urutan kedua, Wirdani (687), M. Ridwan (558), dan Salim hanya mendapatkan 56 suara. Pada pilkati empat tahun sebelumnya, Kamso sebagai petahana sempat dikalahkan Wirdani.

Sementara di Bangunjaya, Nurhadi ditetapkan sebagai calon terpilih dengan meraih 932 suara mengalahkan dua calon lainnya, yakni Andri Febri (289), dan Anton Winarso (208 suara).

Untuk Tiyuh Panaragan, penghitungan suara yang berlangsung hingga pukul 22.20, Fajar Ahmad ditetapkan menjadi calon terpilih dengan meraih 1.232 suara, sedangkan Petahana Zaibun meraih 1.175 suara, dan Bursyah mendapatkan 1.072 suara.

Selanjutnya, Tiyuh Mulyo kencono, Tulangbawang Tengah, dengan diikuti lima calon tanpa petahana suara terbanyak diraih Suyatna dengan mendulang 969 suara, Zainal Arifin (955), Sumaryanto (723), Rian Purwanto (429) dan Joni Andriyan hanya meraih 165 suara.

Dalam pilkati serentak ini, selain dilakukan pengawasan dari tim Forkopimda setempat juga diawasi langsung dari tim kemendagri. Bahkan, dalam pemantauan tersebut, Bupati Tubaba Umar Ahmad bersama kapolres Tubaba dan Dandim 0412 terjun langsung. Pengawasan dititik beratkan dalam penerapan protokol kesehatan di tempat pemungutan suara.

"Alhamdulillah, pilkati serentak berjalan sukses dan aman. Semua tiyuh yang menyelenggarakan pilkati tetap merapkan protokol kesehatan," ujar bupati.

Bupati mengatakan dengan selesainya pelaksanaan pilkati tersebut, dia mengimbau masyarakat kembali bersatu untuk kemajuan pembangunan di lima tiyuh. "Perbedaan dalam demokrasi itu wajar. Sekarang kita harus menatap kedepan untuk kemajuan Tubaba, jangan ada lagi bahasa pendukung ini, pendukung itu. Semuanya harus bersatu untuk membangun," pintanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait