#beritalampung#beritalamsel#pencemaran

Embung Tanjungsari Natar Tercemar Limbah TPA, Lahan Sawah Petani Terdampak

Embung Tanjungsari Natar Tercemar Limbah TPA, Lahan Sawah Petani Terdampak
Kondisi embung di Desa Tanjungsari, Natar tercemar limbah TPA. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): Embung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan kondisinya saat tidak terurus dan tidak dapat dimanfaatkan lagi lantaran air limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbesar di Lamsel bocor mencemari air di sekitar lokasi.

Lebih memprihatinkan lagi lahan pertanian masyarakat desa setempat tidak dapat dimanfaatkan lagi lantaran air limbah TPA juga masuk ke lahan pertanian. 

Pantauan Lampost.co, Selasa, 30 Agustus 2022, kondisi air di embung berwarna hitam kemerahan. Pemanfaatan dari pembanguan embung hampir tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak ada warga desa yang berani memanfaatkan air itu lantaran sudah tercemar oleh kotoran TPA milik Pemkab Lamsel itu. 

"Enggak ada manfaat lagi embungnya. Kalau kena air itu gatal-gatal karena limbah dari sampah masuk sini semua, " kata Kepala Desa Tanjungsari, Prayitno.

Baca juga: Disnaker Data Ulang Pekerja Swasta Yang Terima Bansos

Menurutnya, sebelum ada tempat pembuangan sampah, air di sekitar lokasi sangat jernih bahkan demi meningkatkan hasil bumi warga desa pemerintah kabupaten membuat embung dengan anggaran ratusan juta. Namun, sekarang kondisinya sia-sia karena air dari embung tidak dapat dimanfaatkan lagi. 

Selain embung rusak akibat limbah TPA, kata Prayitno, lahan pertanian milik warga desanya tidak dapat dimanfaatkan lagi lantaran tercemar air kotor limbah tersebut. "Lihatlah ke lokasi banyak lahan sawah tidak berfungsi karena apa, air limbah itu gatal kalau kena kulit. Sampai sekarang tidak ada solusi bagaimana nasib yang punya lahan pertanian," katanya.

Heru (31) warga desa setempat mengatakan semestinya air embung di Tanjungsari dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian. Namun kenyataannya jauh dari harapan, karena semenjak dibangunnya tempat sampah di lokasi, air embung menjadi tercemar. 
 
"Tidak hanya embung yang rusak, tapi lahan sawah masyarakat pas di pinggir sampahan itu tidak bisa digarap lagi karena airnya kotor dan gatal. Lihat lah sawah luas itu enggak bisa ditanami lagi," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait