#PEMBANGUNAN#EMBUNG#BERITALAMPURA

Embung Desa Gilih Sukanegeri di Lampura Diperbaiki

Embung Desa Gilih Sukanegeri di Lampura Diperbaiki
Pekerja sedang melaksanakan perbaikan embung di Desa Gilih Sukanegeri, Kecamatan Abung Selatan, Selasa, 22 Juni 2021. Istimewa


Kotabumi (Lampost.co) --  Embung di Desa Gilih Sukanegeri, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara diperbaiki dan kini dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga setempat. Warga menyambut baik perbaikan embung itu dan berharap manfaatnya bisa diterima secara luas untuk peningkatan ekonomi penduduk di sana.

"Semoga ini dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengairi areal persawahan warga," ujar Ijal, warga setempat, Selasa, 22 Juni 2021.

Selain dimanfaat untuk mengairi sawah warga, pemanfaatan embung juga dapat dijadikan sarana peningkatan ekonomi warga di sana. Misalnya, pembenihan, pembesaran ikan, bahkan objek wisata.

"Sehingga masyarakat dapat berusaha, selain di bidang pertanian. Bahkan, objek wisata pun bisa. Warga dapat berdagang atau menjalankan profesi lainnya dengan adanya kegiatan ekonomi di sana," katanya. 

Baca juga : Pemkab Lambar Bangun Embung Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

Warga lainnya, Min, bersyukur dan mengapresiasi sikap yang ditunjukkan rekanan dalam kegiatan itu. Ia berharap hal itu menjadi perhatian pemerintah untuk peningkatan ekonomi warga.

Di sisi lain, pihak rekanan mengungkapkan perbaikan tersebut masih dalam pengawasan. Kini, dilaksanakan perbaikan sesuai aspirasi warga. Ia berharap warga dapat bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

"Alhamdulillah pekerjaan telah dilakukan di lapangan. Semoga ini dapat menjawab aspirasi warga. Terima kasih atas saran dan masukannya," ujar Robi, rekanan.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Gilih Sukanegeri, Kecamatan Abung Selatan, mengeluhkan pembangunan embung di lingkungannya. Pasalnya, bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah itu rawan ambrol karena diduga tidak sesuai spesifikasi pengerjaan. Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat, 4 Juni 2021, bangunan yang dibangun di atas tanah itu berasal dari hibah warga. Pengerjaannya dikerjakan asal jadi karena belum genap lima bulan pengerjaan keadaannya rusak. Di sisi sebelah kanan pintu air itu ada drainase airnya sementara di sebelah kiri tidak ada. Selain itu, tidak ada tanggul penahan tanah sehingga rawan longsor. Terbukti di saluran air pembuangan kedua sisi Timur-Barat telah hancur, sehingga membuat warga resah sebab bangunan baru saja selesai namun manfaatnya tak dapat dirasakan.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait