#buras#ekspor#pariwisata#virus-korona

Ekspor-Pariwisata Terkena Corona!

( kata)
Ekspor-Pariwisata Terkena Corona!
Ilustrasi - Medcom.id.

H. Bambang Eka Wijaya

EKSPOR dan pariwisata terkena imbas berat coronavirus (Covid-19). Ekspor minyak sawit Februari 2020 turun hingga 77,27%, kata Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo di DPR, Senin. Sedangkan sektor pariwisata menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan per bulan rugi 500 juta dolar AS.

Pukulan corona ke ekspor minyak sawit bukan hanya pada volumenya, melainkan juga harganya. Tanpa kecuali harga referensi ekspor CPO talah ditetapkan pemerintah untuk Februari 2020 sebesar 839 dolar AS/ton, realitasnya harga CPO kontrak pengiriman Mei 2020 di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) Senin lalu berada di level RM2.606/ton. (CNBC-I, 24/2)

Dengan kurs per dolar AS RM4,23, harga nyata CPO hanya 616 dolar AS/ton. Tapi dengan harga referensi untuk bea keluar telah dipatok 839 dolar AS/ton, produsen kena dua kali, hasil penjualannya anjlok dengan tetap wajib membayar bea keluar sesuai dengan referensi. Dengan itu wajar jika ekspor CPO Februari 2020 merosot hingga 77,27%.

Sementara Menko Luhut Panjaitan menyatakan kerugian 500 juta dolar AS atau Rp7 triliun yang diderita pariwisata nasional per bulan datanya didapat dari Bank Indonesia.

"Data dari BI, bidang pariwisata 500 juta dolar AS per bulan kerugiannya," ujar Luhut. (Kompas.com, 25/2)

Bila dibandingkan negara lain, wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia hanya mencapai dua juta pengunjung. Namun, menurut Luhut, devisanya cukup berarti bagi RI.

Kehadiran wisman asal Tiongkok secara global mencapai 173 juta orang. Angka itu setara 270 miliar dolar atau Rp3.753 triliun. "Indonesia itu hanya kebagian dua juta. Itu sudah pada ribut," tukas Luhut.

Untuk menjaga kondisi pariwisata, pemerintah mengumumkan insentif untuk wisatawan asing dan domestik. Menkeu Sri Mulyani Selasa (25/2) sore menyatakan insentif diberikan untuk 10 destinasi pariwisata. Yakni, Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Untuk wisatawan dalam negeri insentif disiapkan Rp443,39 miliar. Insentifnya dalam bentuk diskon 30% dari harga tiket untuk 25% dari jumlah bangku pesawat.

Untuk wisatawan asing disiapkan Rp298,5 miliar. Sebesar Rp98,5 miliar diberikan kepada maskapai dan agen perjalanan. Lalu Rp103 miliar untuk anggaran promosi, Rp25 miliar kegiatan tourism, dan Rp72 miliar untuk influencer.

"Untuk insentif airlines dan travel agent dalam rangka mendapatkan wisatawan asing ke dalam negeri," jelas Sri Mulyani. ***

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar