#eksporimpor#ekonomilampung

Ekspor Lampung Turun, Impor Melonjak

Ekspor Lampung Turun, Impor Melonjak
Ekspor impor. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2021 mencapai USD309,46 juta. Jumlah itu turun USD86,05 juta atau turun 21,76 persen dibanding ekspor Desember 2020 yang mencapai USD395,51 juta.

"Nilai ekspor Januari 2021 ini jika dibandingkan dengan Januari 2020 yang tercatat USD206,31 juta, mengalami peningkatan sebesar USD103,15 juta atau naik 50 persen," kata Kepala BPS Lampung Faizal Anwar, Senin 1 Maret 2021.

Adapun sepuluh golongan barang utama ekspor Lampung pada Januari 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh, rempah-rempah, ampas/sisa industri makanan, batu bara, olahan dari buah-buahan dan sayuran, karet dan barang dari karet, bubur kayu/pulp, daging dan ikan olahan, ikan dan udang, dan hasil penggilingan.

Penurunan ekspor Januari 2021 terhadap Desember 2020 terjadi pada sembilan golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 28,26 persen, kopi, teh, rempah-rempah 24,20 persen, ampas sisa industri makanan turun 1,66 persen, batu bara turun 35,00 persen, olahan dari buah-buahan/sayuran turun 27,19 persen, bubur kayu/pulp turun 1,31 persen, daging dan ikan olahan turun 8,02 persen, ikan dan udang turun 31,37 persen, serta hasil penggilingan turun 23 persen. 

"Sedangkan golongan barang utama yang mengalami peningkatan adalah karet dan barang dari karet naik 39,99 persen," ujar dia. 

Untuk negara utama tujuan ekspor dari Lampung pada Januari 2021 adalah Amerika Serikat USD57,16 juta, Pakistan USD38,58 juta, Tiongkok USD33,90 juta, Bangladesh USD19,25 juta, Jepang USD16,33 juta, Selandia Baru USD15,41 juta, Afrika Selatan USD12,59 juta, Malaysia USD10,99 juta, Spanyol USD10,22 juta, dan Korea Selatan USD9,18 juta.

"Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 72,25 persen," kata dia. 

Sementara itu, impor Lampung pada Januari 2021 mencapai USD210,39 juta. Nilai itu melonjak USD50,56 juta dan naik 31,63 persen dibanding Desember 2020 yang tercatat USD159,83 juta. 

"Nilai impor Januari 2021 tersebut lebih tinggi USD65,60 juta atau naik 45,31 persen jika dibanding Januari 2020 yang tercatat USD144,78 juta," kata dia.

Ia mengatakan dari sepuluh golongan barang impor utama pada Januari 2021, lima golongan barang mengalami peningkatan, yaitu biji-bijian berminyak naik 693,99 persen, ampas/sisa industri makanan 5,95 persen, pupuk 181,56 persen, berbagai produk kimia 109,90 persen. 

Sedangkan golongan barang yang turun terdapat pada binatang hidup turun 5,11 persen, mesin-mesin pesawat mekanik 23,37 persen, besi dan baja 27,06 persen, berbagai barang logam dasar 8,22 persen, serta bahan kimia organik 52,35 persen.

"Negara pemasok barang impor ke Lampung pada Januari 2021 adalah Nigeria USD83,09 juta, Australia USD31,65 juta, Saudi Arabia USD24,58 juta, India USD22,92 juta, Amerika Serikat USD17,58 juta, Tiongkok USD11,33 juta, Argentina USD4,07 juta, Belarusia USD2,68 juta, Kanada USD2,48 juta, dan Taiwan USD1,90 juta," ujar dia. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait