eksporekonomilampung

Ekspor Lampung Naik Jadi 298,50 Juta Dolar

Ekspor Lampung Naik Jadi 298,50 Juta Dolar
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 mencapai 298,50 juta dolar AS. Mengalami peningkatan sebesar 14,64 juta dolar AS atau naik 5,16 persen dibanding ekspor September 2020 yang tercatat 283,86 juta dolar AS.

Nilai ekspor Oktober 2020 ini jika dibandingkan dengan Oktober 2019 yang tercatat 249,09 juta dolar, mengalami peningkatan sebesar 49,41 juta dolar atau naik 19,84 persen.

"10 golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; batu bara; ampas/sisa industri makanan; bubur kayu/pulp; daging dan ikan olahan; karet dan barang dari karet; ikan dan udang; serta gula dan kembang gula," papar Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar, Rabu, 2 Desember 2020.

Peningkatan ekspor, lanjut dia, pada Oktober 2020 terhadap September 2020 terjadi pada tujuh golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 3,74 persen; kopi, teh, rempah-rempah naik 2,44 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran naik 15,65 persen; batu bara naik 75,13 persen; daging dan ikan olahan naik 9,25 persen; karet dan barang dari karet naik 21,16 persen; serta ikan dan udang naik 8,22 persen.

"Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah ampas/sisa industri makanan turun 0,66 persen; bubur kayu/pulp turun 1,60 persen; dan gula dan kembang gula turun 54,66 persen," katanya.

Adapun negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 adalah Amerika Serikat yang mencapai 57,09 juta dolar, Italia 39,25 juta dolar, Tiongkok 36,27 juta dolar, Belanda 16,96 juta dolar, Bangladesh 15,28 juta dolar,; Philipina 13,76 juta dolar; India 10,05 juta dolar; Jepang 9,12 juta dolar; Vietnam 7,25 juta dolar, dan Korea Selatan 6,95 juta dolar. Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 71,02 persen.

"Ekspor menurut sektor pada Oktober 2020 dibanding September 2020 terjadi peningkatan pada semua sektor. Produk pertambangan dan lainnya naik sebesar 75,16 persen, produk pertanian naik 1,73 persen, dan produk industri pengolahan naik 0,67 persen. Jika dibandingkan dengan Oktober 2019, produk industri pengolahan naik 30,72 persen, dan produk pertanian naik 25,21 persen, sedangkan produk pertambangan dan lainnya turun 29,67 persen," jelasnya.

Ekspor menurut sektor selama Januari-Oktober 2020 dibandingkan selama Januari-Oktober 2019, produk industri pengolahan naik 10,10 persen, dan produk pertanian naik 5,54 persen, sedangkan produk pertambangan dan lainnya turun 44,27 persen.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait