#ekspor-impor#ekbis#beritalampung

Ekspor Lampung di September 2020 Capai 283,86 Juta Dolar AS

Ekspor Lampung di September 2020 Capai 283,86 Juta Dolar AS
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Nilai ekspor Provinsi Lampung pada September 2020 mencapai 283,86 juta dolar Amerika Serikat (AS), mengalami peningkatan sebesar 76,49 juta dolar AS atau naik 36,89 persen dibanding ekspor Agustus 2020 yang tercatat 207,37 juta dolar AS. 

Nilai ekspor September 2020 ini jika dibandingkan dengan September 2019 yang tercatat 273,15 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar10,71 juta dolar AS atau naik 3,92 persen.

"Sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada September 2020 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; ampas/sisa industri makanan; batu bara; bubur kayu/pulp; daging dan ikan olahan; gula dan kembang gula; ikan dan udang; serta karet dan barang dari karet," ujar Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar, Kamis, 5 November 2020.

Peningkatan ekspor September 2020 terhadap Agustus 2020 terjadi pada sembilan golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 42,88 persen; kopi, teh, rempah-rempah naik 50,71 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran naik 12,28 persen; ampas/sisa industri makanan naik 228,83 persen; bubur kayu/pulp naik 14,80 persen; daging dan ikan olahan naik 6,72 persen; gula dan kembang gula naik 73,69 persen; ikan dan udang naik 12,36 persen; serta karet dan barang dari karet naik 12,20 persen. 

"Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah batu bara turun 20,45 persen," katanya. 

Faizal menerangkan negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada September 2020 adalah Amerika Serikat yang mencapai 49,09 juta dolar AS, Tiongkok 33,63 juta dolar AS, Italia 29,83 juta dolar AS, India 24,00 juta dolar AS, Belanda 17,19 juta dolar AS, Pakistan 12,53 juta dolar AS, Inggris 12,44 juta dolar AS, Selandia Baru 12,26 juta dolar AS, Vietnam 11,80 juta dolar AS, dan Philipina 8,53 juta dolar AS. Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 74,44 persen.

"Ekspor menurut sektor pada September 2020 dibanding Agustus 2020 untuk sektor pertanian dan industri pengolahan mengalami peningkatan. Produk pertanian naik sebesar 51,31 persen dan produk industri  pengolahan naik 41,05 persen," ungkapnya. 

Sementara produk pertambangan dan lainnya turun 20,48 persen. Jika dibandingkan dengan September 2019, produk pertambangan dan lainnya turun 29,96 persen, sedangkan produk industri pengolahan naik 17,65 persen, dan produk pertanian naik 18,16 persen. 

"Ekspor menurut sektor selama Januari-September 2020 dibandingkan selama Januari-September 2019, produk industri pengolahan dan produk pertanian naik masing-masing sebesar 7,85 persen dan 2,43 persen, sedangkan produk pertambangan dan lainnya turun 45,94 persen," tutup dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait