#eksporimpor#ekbis

Ekspor Impor Lampung Turun pada Juli 2022

Ekspor Impor Lampung Turun pada Juli 2022
Tangkapan layar perkembangan ekspor dan impor Lampung pada Juli 2022 (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat penurunan ekspor impor provinsi Lampung pada Juli 2022.  

Kepala BPS Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, mengatakan, terjadi penurunan sebesar 18,22 persen atau senilai US$95,99 juta. Perbandingan bulan ke bulan, pada Juni 2022 sebesar US$526,89 juta, sementara pada Juli 2022 sebesar US$430,90 juta. 

"Kemudian jika dibandingkan tahun sebelumnya yakni Juli 2021, maka terjadi peningkatan sebesar 1,29 persen atau US$5,47 juta. Jadi, kondisi Juli 2021 sebesar US$425,43 juta sedangkan Juli 2022 sebesar US$430,90 juta," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Kamis, 1 September 2022. 

Retno juga mengungkapkan 10 golongan utama barang yang diekspor yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; Ampas atau sisa industri makanan. Kemudian, bubur kayu; produk kimia; ikan dan udang; daging dan ikan olahan; serta kayu, barang dari kayu. 

Dari 10 golongan barang utama tersebut dari bulan ke bulan terjadi penurunan sebesar -17,66 persen. Seluruh komoditas itu juga memberikan peran sebesar 95,91 persen dari total ekspor. 

Adapun negara tujuan ekspor dari Lampung adalah India, Amerika Serikat, Italia, Pakistan, dan Tiongkok.

Baca juga: Nilai Ekspor Lampung pada April 2022 Turun, Impor Naik

Sementara ekspor provinsi Lampung berdasarkan sektor terbesar adalah industri pengolahan sebesar 64,97 persen atau 279,97 juta US$. Jika dibandingkan bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 30,80 persen dan jika dibandingkan tahun sebelumnya juga menurun sebesar 17,19 persen.

Kemudian, sektor pertambangan dan lainnya, dari bulan ke bulan meningkat sebesar 25,71 persen dan dari tahun sebelumnya juga meningkat 67,47 persen. Terakhir, sektor pertanian dari bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 18,68 persen. Sementara dari tahun sebelumnya juga meningkat sebesar 85,76 persen.

Di sisi lain, kondisi impor pada Juli 2022 meningkat sebesar 118,39 persen atau 132,72 juta US$. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya juga meningkat sebesar 89,47 persen atau 115,61 juta US$.

Adapun impor provinsi Lampung menurut negara asal diantaranya dari Angola, Thailand, Amerika Serikat, Australia, dan Argentina.

Tiga impor terbesar yang masuk ke Lampung antara lain konsumsi 4,55 juta US$ atau 1,86 persen, barang modal 1,89 juta US$ atau 0,77 persen, dan bahan baku/penolong 238,39 juta US$ atau 97,37 persen, sehingga total sebesar 244,82 juta US$. Sementara neraca perdagangan luar negeri provinsi Lampung pada Juli 2022 surplus US$ 186,08 juta. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait