#danadesa#korupsi

Eks Pj Kepala Pekon di Tanggamus Disidang karena Kerjakan Proyek Tidak Sesuai RAB

Eks Pj Kepala Pekon di Tanggamus Disidang karena Kerjakan Proyek Tidak Sesuai RAB
Jaksa Penuntut Umum Zulkipli saat membacakan sidang dakwaan tipikor Eks Pj Kepala Pekon Kemuning, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus di PN Tanjungkarang, Rabu, 29 September 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eks Penjabat (Pj.) Kepala Pekon Kemuning, Kecamatan Pulaupanggung, Tanggamus, Rozikin, segera menjalani sidang korupsi di PN Tipikor Tanjungkarang, pada Rabu, 29 September 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulkipli mengatakan Rozikin didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurutnya, pekon tersebut mendapatkan Alokasi Dana Desa sekira Rp1,077 Miliar. Perinciannya, Dana Desa Rp754.982.000, Alokasi Dana Desa Rp271.263.303, Bantuan Kabupaten Rp40.000.000, Bagian Dari Hasil Pajak dan Retribusi Daerah Rp10.740.309.

"Dalam proses pembangunan fisik dengan menggunakan yang bersumber dari dana ADP dan ADD, terdakwa Rozikin meminta saksi Raseno selaku Kaur Perencanaan/Pembangunan untuk mencari tukang bangunan yang merupakan penduduk Pekon Kemuning yang sanggup mengerjakan kegiatan-kegiatan tersebut," katanya.

Kemudian saksi Raseno menemui saksi Sulam Abdul Rozi beserta anggotanya untuk menemui terdakwa selaku Pj kepala Pekon Kemuning pada waktu itu. Terdakwa selaku Pj Kepala Pekon Kemuning bernegoisasi dengan saksi Sulam Abdul Rozi mengenai harga upah yang akan diberikan kepada saksi Sulam Abdul Rozi.

"Bahwa hal tersebut  (pekerjaan) tidak sesuai dengan yang ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB) di Pekon Kemuning," paparnya.

Baca juga: Mantan Pj Kakon Terdana Dijebloskan ke Penjara karena Korupsi

Zulkipli melanjutkan  total selisih upah yang tertera di RAB Rp104.321.750. Selain itu, terdapat selisih harga bahan baku material yag digunakan dalam pembangunan fisik dalam tujuh item pembangunan di Pekon Kemuning, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus dengan menggunakan dana ADP dan ADD Tahun Anggaran 2019 yaitu senilai Rp79.066.522 dan terdapat selisih harga terhadap pembelanjaan bexisting kayu sebesar Rp9.209.091.

Ia mencatut anggaran pendapatan dan belaja Pekon tahun 2019, dengan modus markup proyek pembangunan pekon yang tidak sesuai spesifikasi. Rozikin yang berstatus ASN di Pemkab Tanggamus tersebut, sudah memulangkan kerugian negara secara penuh yang dititipkan ke pihak kejaksaan. Ia juga sudah ditahan sejak 20 Mei 2021.

Akibat perbuatan terdakwa, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp192.597.363. Hal itu berdasarkan Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan APBP Pekon Kemuning, Kecamatan Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2019 oleh Inspektorat Daerah Pemerintah Kabupaten Tanggamus Nomor : 786/1412/19/2021 tanggal 12 April 2021.

Terdakwa pun telah mengembalikan kerugian tersebut secara utuh dan dititipkan ke Cabjari Talangpadang, Kejari Tanggamus. Sidang selanjutnya, Rabu, 6 Oktober 2021, dengan agenda pemeriksaan para saksi.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait