rampokminimarket

Eks Pegawai Dalangi Perampokan Minimarket

Eks Pegawai Dalangi Perampokan Minimarket
(Dok. Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung menangkap dua perampok spesialis minimarket, pada 23 Januari 2021 lalu.

Dua pelaku bernama Agustian Saputera (30) dan Jepri Irawan (20), keduanya warga Sumber Agung, Kemiling. 

Mereka terpaksa dihadiahi timah panas lantaran melarikan diri dan melawan ketika hendak ditangkap. 

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, dari pemeriksaan, Agustian tercatat sudah dua kali melakukan pencurian. 

Pertama Agus mengajak rekannya berinisial JN untuk merampas isi brangkas minimarket di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, pada 23 November 2020 lalu. 

Agus dan JN menggasak sepeda motor karyawan, HP, dan uang tunai Rp18 juta. Kejadian tersebut pernah diberitakan Lampost.co. 

Dua orang pelaku terekam CCTV minimarket, keduanya menggunakan jaket hitam, dan helm berwarna hitam. 

Keduanya berhasil menggasak 1 unit sepeda motor milik pegawai minimarket, 1 unit HP, dan menguras isi brangkas dengan cara memaksa karyawan membuka brangkas tersebut. 

Salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis golok dan mengancam keduanya. Karena takut, pelaku ditunjukan lokasi brangkas. Bahkan salah satu pegawai pun sempat dipukul dengan gagang golok. 

Kemudian lokasi pencurian lainnya, yakni minimarket yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Labuhan Ratu, pada 16 Januari 2021 malam, total uang Rp25 juta digasak Agus yang kali ini mengajak Jepri. Kejadian tersebut juga diberitakan Lampost.co, di mana kasir diancam golok oleh keduanya. 

"Modusnya pakai senjata tajam, saat sudah mau tutup, karyawan toko di ancam, jadi sudah dipelajari dulu," ujar Yan Budi, Senin, 25 Januari 2021. 

Dari pemeriksaan, Agustian pernah bekerja perusahaan minimarket tersebut namun dipecat sehingga ia mengetahui kondisi dan letak brangkas serta taksiran nominal yang disimpan.

Total uang Rp42 juta digasak dari brangkas dua minimarket tersebut. Pada lokasi pertama, Agus mendapatkan Rp9 juta, dan 9 juta lainnya diberikan ke JN. Kemudian di lokasi kedua Agus dan Jepri menggasak Rp25 juta. Agus mendapatkan 15 juta, sedangkan Jepri mendapatkan Rp9 juta. "Kami masih memburu JN, dan juga kami kembangkan dugaan kami TKP-nya lebih dari ini," paparnya. 

Agus mengaku dipecat karena sering melakukan kesalahan, yakni saat penghitungan akhir bulan, keuangan minus atau jumlah barang berkurang.
Uang hasil curiannya dibelikan sepeda motor second, HP untuk istrinya, dan kebutuhan sehari-hari. "Sudah empat tahun kerja, dari pramuniaga, terakhir asisten kepala toko," paparnya. 

Sementara Jepri, yang berprofesi sebagai petani kebun berdalih uang Rp9 juta yang ia dapatkan dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar utang berobat sang ayah. "saya baru sekali, diajak dia (Agus)," paparnya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait